-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Reno Handoyo Nahkodai KONI Kabupaten Probolinggo, Gandeng Dunia Usaha Kejar Target 15 Besar Porprov Jatim 2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | Agustus 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-01T07:10:23Z

PROBOLINGGO - Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo resmi memasuki babak baru. Di bawah kepemimpinan Ketua KONI terpilih, Reno Handoyo, organisasi olahraga tersebut memasang target peningkatan prestasi dengan memperkuat soliditas internal sekaligus menggandeng dunia usaha, investor, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai mitra pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Komitmen tersebut disampaikan Reno Handoyo saat Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Probolinggo 2026 yang berlangsung di Auditorium Madakaripura, Sabtu (1/8/2026). Musyawarah ini menjadi momentum penting karena selain mengevaluasi program organisasi, juga menetapkan kepengurusan baru KONI Kabupaten Probolinggo periode 2026 - 2030.

Ketua Musorkab KONI Kabupaten Probolinggo, Muchlis, mengatakan seluruh rangkaian musyawarah berlangsung sesuai mekanisme organisasi. Salah satu agenda utama adalah pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo periode 2026  - 2030.

Menurut Muchlis, proses penjaringan yang dilakukan panitia menghasilkan hanya satu bakal calon yang memenuhi syarat dukungan, yakni Reno Handoyo. Sesuai ketentuan organisasi, calon tersebut telah mengantongi dukungan lebih dari 50 persen ditambah satu suara dari pemilik hak suara sehingga ditetapkan secara aklamasi.

“Alhamdulillah Musorkab hari ini telah terselenggara dengan baik. Salah satu agenda pentingnya adalah memilih Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo periode 2026 - 2030. Berdasarkan hasil penjaringan panitia, hanya ada satu nama yang memenuhi syarat dukungan, yakni Saudara Reno Handoyo. Karena telah memperoleh dukungan lebih dari 50 persen plus satu, maka melalui sidang Musorkab beliau diputuskan dan ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo,” ujar Muchlis.

Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Reno Handoyo menegaskan peningkatan prestasi olahraga tidak mungkin dicapai hanya oleh jajaran pengurus KONI. Menurutnya, keberhasilan harus dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen olahraga, mulai dari pengurus, pelatih, atlet, hingga seluruh cabang olahraga.

“Kita akan melakukan sesuatu yang lebih berprestasi. Harapan kami semuanya kompak dan guyub. Prestasi tidak akan terwujud tanpa dukungan dan kebersamaan seluruh pihak,” ujar Reno.

Sebagai langkah konkret, Reno mengungkapkan pihaknya akan segera membangun komunikasi dengan kalangan perusahaan dan investor agar turut berkontribusi dalam pembinaan olahraga di Kabupaten Probolinggo.

“Kami akan melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan. Seperti arahan Bupati, harapannya para investor ikut bertanggung jawab mendukung olahraga di Kabupaten Probolinggo. Mohon doa agar prestasi olahraga daerah terus meningkat,” katanya.

Musorkab KONI Kabupaten Probolinggo 2026 dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jajaran pengurus KONI Jawa Timur, pengurus cabang olahraga, serta peserta musyawarah dari berbagai unsur olahraga.

Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, mengapresiasi capaian prestasi olahraga Kabupaten Probolinggo yang terus menunjukkan tren peningkatan pada ajang Porprov Jawa Timur. Peringkat Kabupaten Probolinggo berhasil naik dari posisi ke-29 menjadi peringkat ke-25, kemudian meningkat lagi ke posisi ke-19.

“Prestasi ini patut kita syukuri. Kenaikan peringkat tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan cabang olahraga. Ke depan tentu target kita harus lebih tinggi,” ujar Gus Haris.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat pembinaan atlet. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan mendorong pola pembinaan berbasis bapak asuh dengan melibatkan perusahaan swasta, BUMN, hingga pemanfaatan dana CSR.

“Kita harus mencari solusi. Cabang olahraga bisa didukung melalui konsep bapak asuh, baik dari perusahaan, CSR maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap olahraga,” tegasnya.

Selain mengejar prestasi, Pemkab Probolinggo juga akan mengembangkan konsep sport tourism dengan mengolaborasikan berbagai kejuaraan olahraga bersama potensi wisata daerah.

“Kabupaten Probolinggo memiliki potensi luar biasa, mulai dari pegunungan, pantai, danau hingga air terjun. Event olahraga harus dikolaborasikan dengan potensi wisata sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tutur Gus Haris.

Sementara itu, Wakil Ketua III KONI Jawa Timur, H. RB Zainal Arifin, SH., M.Hum., mengingatkan bahwa tantangan menuju Porprov 2027 semakin berat karena jumlah cabang olahraga bertambah, sementara anggaran pembinaan mengalami penurunan.

“Anggaran KONI Jawa Timur tahun 2026 hanya sekitar Rp30 miliar, turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp75 miliar. Namun keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ketua KONI Kabupaten Probolinggo periode sebelumnya, H. Zainul Hasan, berharap kepengurusan baru mampu menjaga kesinambungan pembinaan atlet sehingga target membawa Kabupaten Probolinggo menembus 15 besar, bahkan 10 besar pada Porprov Jawa Timur mendatang dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan olahraga.(IN)

×
Berita Terbaru Update