Notification

×

Iklan

Iklan

Rubrik Terpopuler

Khairul Anam: 81 Tahun Merdeka, Perjuangan Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Belum Selesai

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T12:54:09Z

PROBOLINGGO - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara berbeda. Upacara peringatan detik-detik Proklamasi digelar di tepian Sungai Rabunan, Desa Batur, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8/2026).

Pemilihan tepian sungai sebagai lokasi upacara tidak semata-mata menjadi pembeda dari peringatan kemerdekaan pada umumnya. Aliran Sungai Rabunan dimaknai sebagai simbol perjuangan yang harus terus bergerak dan tidak berhenti, terutama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Upacara tersebut diikuti jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, para Ketua PAC se-Kabupaten Probolinggo, jajaran PAC Gading, serta pengurus Ranting Batur.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo H. Khairul Anam, M.Sos., bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial tahunan.

Menurut Khairul Anam, kemerdekaan harus terus diisi melalui kerja nyata untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi, terutama terciptanya masyarakat yang adil, makmur, dan memperoleh akses kesejahteraan secara merata.

“Kemerdekaan adalah jembatan emas menuju masyarakat yang adil dan makmur. Tetapi setelah 81 tahun, kita masih melihat rakyat yang menghadapi kemiskinan, lemahnya ekonomi, persoalan akses kesejahteraan, pembangunan yang belum merata, serta ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Karena itu, perjuangan belum selesai,” kata Khairul Anam.

Sungai Rabunan Jadi Simbol Perjuangan

Khairul Anam mengatakan, keberadaan Sungai Rabunan memiliki pesan filosofis tersendiri dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut.

Aliran sungai yang terus bergerak dinilai merepresentasikan semangat perjuangan yang tidak boleh berhenti pada satu titik. Menurutnya, kader partai harus terus bergerak dari satu persoalan masyarakat menuju upaya penyelesaian dan kerja konkret.

“Sungai ini mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang mengalir tidak pernah berhenti pada satu tempat. Begitu pula kader PDI Perjuangan. Kita tidak boleh berhenti pada satu perjuangan. Kita harus terus bergerak, turun ke rakyat, mendengar keluhan mereka, hadir ketika rakyat membutuhkan dan memperjuangkan kepentingan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, orientasi tersebut sejalan dengan nilai-nilai Marhaenisme yang diwariskan Presiden pertama RI Soekarno, yakni menempatkan rakyat kecil sebagai salah satu pusat perhatian dalam perjuangan politik.

Dalam konteks kemerdekaan, kata dia, pengibaran Merah Putih dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan harus diikuti dengan upaya menghadirkan manfaat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Hal tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui akses pendidikan dan kesehatan yang semakin baik, penguatan ekonomi masyarakat, tersedianya pekerjaan yang layak, serta pembangunan yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Kalau masih ada rakyat yang kesulitan mengakses pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan penghidupan yang layak, maka tugas kita belum selesai. Kemerdekaan harus dirasakan sampai ke rumah-rumah rakyat, sampai ke desa-desa, sampai kepada mereka yang selama ini berada di pinggir pembangunan,” tegasnya.

Momentum Konsolidasi Kader

Selain menjadi ruang refleksi kebangsaan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi internal PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo.

Jajaran partai mulai dari tingkat DPC, PAC, ranting hingga anak ranting didorong untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kerja-kerja politik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Khairul Anam mengingatkan agar kader tidak hanya hadir di tengah masyarakat ketika memasuki momentum politik atau kontestasi pemilu.

Menurutnya, keberadaan kader di tengah masyarakat harus diwujudkan secara berkelanjutan melalui kegiatan sosial, pendampingan masyarakat, pengawalan kebijakan publik hingga penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah maupun lembaga terkait.

“Bangkit, bergerak dan berjuang bersama rakyat. Jangan biarkan PDI Perjuangan jauh dari denyut kehidupan rakyat. Jadikan partai ini semakin kuat karena bersama rakyat, semakin besar karena dipercaya rakyat, dan semakin bermanfaat karena bekerja untuk rakyat,” katanya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tepian Sungai Rabunan tersebut kemudian ditutup dengan peneguhan komitmen jajaran kader untuk terus mengisi kemerdekaan melalui kerja-kerja yang berpihak kepada masyarakat.

Bagi PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, aliran Sungai Rabunan menjadi simbol bahwa perjuangan menuju masyarakat yang adil dan makmur harus terus bergerak. Kemerdekaan tidak hanya ditempatkan sebagai catatan sejarah, tetapi juga sebagai proses berkelanjutan untuk menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.(IN)

×
Berita Terbaru Update