-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Komisi II DPRD Probolinggo Tinjau Gudang Tembakau, Pantau Harga dan Serapan Hasil Panen

Rabu, 02 September 2026 | September 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T17:03:54Z
PROBOLINGGO - Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (sidak), monitoring, dan evaluasi ke sejumlah gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo, Selasa (1/9/2026).
 Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi penyerapan hasil panen, stok gudang, serta perkembangan harga tembakau selama musim panen tahun ini.
Kegiatan tersebut juga dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait fluktuasi harga dan kekhawatiran petani mengenai penyerapan hasil panen.
 Dalam kegiatan tersebut, Komisi II didampingi Asisten II Setda Kabupaten Probolinggo, Kepala DKUPP, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Satpol PP, Kabag Perekonomian dan SDA, serta Kabag Hukum Setda Kabupaten Probolinggo.
 Perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) turut mengikuti peninjauan.
 Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo, mengatakan pihaknya ingin memastikan proses pembelian dan penyerapan tembakau dari petani berlangsung secara transparan. “Kami ingin memastikan pihak gudang menyerap hasil panen masyarakat secara adil dan transparan. Langkah ini merupakan respons cepat kami atas keluhan para petani mengenai kejelasan stok serta kestabilan harga pasaran,” kata Reno. Menurut Reno, harga tembakau di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp63.000 per kilogram. Untuk tembakau dengan kualitas tertentu, harga disebut berpotensi mencapai Rp74.000 per kilogram. Dari peninjauan tersebut, Komisi II mendorong pemerintah daerah, pengusaha gudang, serta organisasi petani meningkatkan koordinasi selama musim panen. Koordinasi dinilai diperlukan agar informasi mengenai kapasitas serapan, kebutuhan gudang, standar kualitas, dan perkembangan harga dapat diketahui secara lebih terbuka oleh pihak-pihak terkait. Sementara itu, pemilik Gudang Sayap Mas di Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Abah Sulaiman, mengatakan keberlangsungan usaha di sektor tembakau juga perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha menyerap hasil panen petani. Sulaiman turut menyoroti kebijakan cukai yang menurutnya dapat memengaruhi kondisi industri hasil tembakau dan berdampak terhadap mata rantai perdagangan hingga tingkat petani. “Apabila cukai dinaikkan, pihak yang paling dirugikan adalah petani tembakau. Seharusnya, jika tarif tidak bisa diturunkan, setidaknya jangan dinaikkan,” ujar Sulaiman. Pada musim panen tahun ini, Gudang Sayap Mas menargetkan penyerapan sekitar 500 ton tembakau. Menurut Sulaiman, hingga saat peninjauan berlangsung, sekitar 280 ton telah terserap. Ia juga mengimbau petani memperhatikan kualitas dan pemilahan daun tembakau agar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan gudang. “Kami mengimbau para petani untuk menjaga kualitas hasil panen. Jangan memadukan daun muda dengan daun berkualitas bagus agar tidak menurunkan nilai jual. Kami terus menyerap tembakau yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan gudang agar target penyerapan tahun ini dapat tercapai,” katanya. Peninjauan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi DPRD dan pemerintah daerah dalam memantau tata niaga tembakau selama musim panen, termasuk perkembangan harga dan kemampuan gudang menyerap produksi petani di Kabupaten Probolinggo.(ma/ko)
×
Berita Terbaru Update