-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Viral Keluarga Pasien Protes RSUD Waluyo Jati, Rumah Sakit Bantah Penelantaran

Minggu, 13 September 2026 | September 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-13T13:33:14Z
PROBOLINGGO, Portal Probolinggo – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria meluapkan kekecewaan terhadap pelayanan medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, viral di media sosial TikTok, Minggu (13/9/2026).
Video berdurasi 1 menit 9 detik tersebut telah ditonton lebih dari 228 ribu kali. Saat berita ini ditulis, video itu memperoleh sedikitnya 6.056 tanda suka, 567 komentar, serta disimpan 669 kali oleh pengguna TikTok.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai keluarga pasien terlihat berada di lingkungan rumah sakit. Dengan nada tinggi dan napas terengah-engah, ia menyampaikan kekecewaan atas penanganan medis terhadap anggota keluarganya yang saat itu disebut berada dalam kondisi kritis.
Sejumlah anggota keluarga juga terlihat berada di sekitar pasien dan beberapa di antaranya menangis.
Perekam video mempertanyakan penanganan yang diberikan sejumlah tenaga medis. Ia bahkan menyatakan akan meminta klarifikasi serta membawa persoalan tersebut kepada sejumlah pihak.
“Pasien saudara saya… dari awal saya klarifikasi. Nanti saya undang wartawan sama LSM besok. Sampai kritis seperti ini,” ujar pria tersebut dalam video.
Ia juga menyampaikan rencana untuk melaporkan persoalan tersebut dan meminta penjelasan secara terperinci mengenai pelayanan yang diterima pasien sejak awal.
Pernyataan dalam video tersebut merupakan keterangan sepihak dari pihak yang mengaku keluarga pasien dan belum dapat dikonfirmasi langsung oleh redaksi hingga berita ini ditulis.
Unggahan itu kemudian memancing ratusan komentar warganet. Beberapa pengguna TikTok turut menceritakan pengalaman pribadi mereka ketika mendapatkan pelayanan di RSUD Waluyo Jati.
Sejumlah komentar berisi keluhan terkait komunikasi dan sikap petugas saat melayani pasien. Ada pula warganet yang menceritakan pengalaman keluarganya ketika menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Namun, berbagai cerita yang disampaikan warganet dalam kolom komentar tersebut merupakan pengalaman dan klaim masing-masing pengguna media sosial yang belum diverifikasi secara independen.
RSUD Waluyo Jati Berikan Klarifikasi
Menanggapi informasi yang beredar, RSUD Waluyo Jati memberikan klarifikasi resmi melalui Direktur RSUD Waluyo Jati, Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG., Subsp. Obginsos., M.H., M.Kes., Minggu (13/9/2026).
Pihak rumah sakit menyampaikan duka cita atas meninggalnya pasien sekaligus membantah tudingan bahwa pasien ditelantarkan.
“Perlu kami tegaskan bahwa pasien tidak ditelantarkan,” demikian pernyataan dalam klarifikasi resmi RSUD Waluyo Jati.
Menurut pihak rumah sakit, pasien datang pada 8 September 2026 sekitar pukul 19.50 WIB dalam kondisi cedera berat disertai penurunan kesadaran.
Berdasarkan pemeriksaan medis, kata rumah sakit, ditemukan sejumlah trauma, termasuk patah tulang rusuk dan perdarahan pada rongga dada.
RSUD Waluyo Jati menyatakan pasien telah mendapatkan sejumlah pemeriksaan dan tindakan medis, mulai CT scan, rontgen, ultrasonografi (USG), pemeriksaan laboratorium, transfusi darah, hingga pemasangan water seal drainage (WSD) untuk menangani perdarahan pada rongga dada.
Pasien juga disebut menjalani operasi serta pemasangan implan pada tulang tangan dan kaki.
Menurut manajemen rumah sakit, penanganan pasien melibatkan empat bidang dokter spesialis, yakni Bedah Umum, Bedah Saraf, Orthopedi dan Traumatologi, serta Anestesiologi.
Pihak RSUD menjelaskan, cedera pada bagian dada pasien membutuhkan kompetensi Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular. Atas dasar itu, tim medis disebut telah berupaya mencari rumah sakit rujukan di Malang, Surabaya, dan Jember.
Namun, menurut pihak rumah sakit, sejumlah fasilitas kesehatan yang dihubungi saat itu belum dapat menerima pasien karena kapasitas pelayanan penuh.
“Dengan mempertimbangkan kondisi pasien yang memerlukan pertolongan segera, tim dokter RSUD Waluyo Jati mengambil langkah penyelamatan dan melakukan tindakan medis sesuai indikasi, kompetensi, kemampuan fasilitas, serta kondisi klinis pasien,” tulis pihak rumah sakit.
Setelah menjalani operasi, pasien kemudian dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan intensif.
Rumah sakit menyatakan kondisi pasien selanjutnya memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Komite Medik Lakukan Telaah
Manajemen RSUD Waluyo Jati juga menyampaikan telah menugaskan Komite Medik untuk melakukan telaah menyeluruh terhadap kronologi pelayanan maupun rekam medis pasien.
Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya keberatan keluarga dan informasi yang beredar di media sosial.
Rumah sakit turut menyinggung adanya pihak keluarga yang disebut memasuki area kamar operasi ketika tindakan medis terhadap pasien lain sedang berlangsung.
Menurut RSUD Waluyo Jati, kamar operasi merupakan area terbatas dan steril karena berkaitan dengan keselamatan pasien, pengendalian infeksi, serta kelancaran tindakan medis.
Pihak rumah sakit menyatakan menghormati hak keluarga untuk mendapatkan informasi mengenai pelayanan yang diberikan kepada pasien, tetapi tetap memiliki kewajiban menjaga kerahasiaan rekam medis dan kehormatan pasien sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat dan media agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa pasien ‘ditelantarkan’ sebelum proses verifikasi selesai dan seluruh fakta diperoleh secara lengkap serta berimbang,” demikian pernyataan RSUD Waluyo Jati.
Manajemen berkomitmen melakukan evaluasi apabila dalam proses telaah ditemukan aspek pelayanan yang harus diperbaiki.
Keluarga Belum Berhasil Dikonfirmasi
Hingga berita ini ditulis pada Minggu (13/9/2026), redaksi belum berhasil mendapatkan keterangan langsung dari pihak keluarga yang merekam video tersebut.
Redaksi masih berupaya menghubungi keluarga pasien untuk memperoleh penjelasan mengenai identitas pasien, kronologi sejak awal masuk rumah sakit, komunikasi dengan tenaga medis, serta keberatan yang disampaikan dalam video.
Karena itu, penyebab pasti munculnya kekecewaan keluarga maupun rangkaian pelayanan terhadap pasien masih membutuhkan pendalaman dari keterangan kedua belah pihak.
Perkembangan hasil telaah Komite Medik RSUD Waluyo Jati dan keterangan lengkap keluarga pasien menjadi penting untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai peristiwa tersebut.
×
Berita Terbaru Update