portalprobolinggo.com, KRAKSAAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mencatat jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025 mencapai 1.667 kasus. Tingginya angka tersebut mendorong Dinkes memperkuat langkah pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti di berbagai wilayah rawan penularan yang dilaksanakan hingga akhir Desember 2025.
Berdasarkan data Dinkes, kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Kecamatan Paiton tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, sementara Kecamatan Sumber menjadi daerah dengan kasus paling rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kepadatan permukiman, serta masih ditemukannya tempat perkembangbiakan nyamuk di sekitar rumah warga.
Kegiatan pengendalian vektor dilaksanakan di seluruh kecamatan, dengan fokus utama pada daerah berisiko tinggi. Upaya yang dilakukan meliputi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), penguatan Gerakan Satu Rumah Satu Jentik, pembinaan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Menurut Dinkes Kabupaten Probolinggo, kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka penularan DBD, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, serta mencegah terjadinya lonjakan kasus, khususnya pada musim penghujan yang rawan penyebaran nyamuk.
Selain itu, Dinkes juga memperkuat koordinasi dengan puskesmas, pemerintah desa, dan kader kesehatan agar pemantauan jentik dan pengendalian vektor dapat berjalan secara berkelanjutan. Dinkes menekankan bahwa keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari genangan air.