-->

Notification

×

Tangis Ahli Gizi Warnai Forum MBG, Kritik Etika Profesi Picu Polemik Kebijakan Gizi Nasional

Minggu, 11 Januari 2026 | Januari 11, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-11T00:22:06Z

portalprobolinggo.com, Jakarta - Forum Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak berlangsung tegang setelah seorang ahli gizi perempuan memilih meninggalkan ruangan dalam kondisi menangis. Momen tersebut terekam video dan dengan cepat menyebar luas di media sosial, memantik perbincangan publik soal arah kebijakan gizi nasional.

Dalam rekaman yang beredar, ahli gizi itu terdengar melontarkan pernyataan bernada emosional sebelum keluar dari forum. Ia mengaku sangat terluka dan menilai Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencederai etika profesi gizi. Kalimat tersebut langsung menjadi sorotan dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Peristiwa itu terjadi setelah yang bersangkutan menyampaikan keberatan terhadap wacana rekrutmen tenaga non-gizi untuk mengisi posisi Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dalam program MBG. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menurunkan standar profesional dan membahayakan kualitas layanan gizi dalam program pemerintah yang menyasar jutaan anak sekolah.

Penyampaian pendapat itu terhenti ketika pimpinan forum, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, memotong pembicaraan. Dalam responsnya, Cucun menegaskan bahwa dirinya merupakan pembuat kebijakan dan menyatakan tidak menyukai sikap yang ia sebut sebagai “arogan”. Teguran tersebut memicu reaksi emosional sang ahli gizi hingga menangis tersedu dan memilih meninggalkan ruangan.

Suasana forum pun mendadak hening. Sejumlah peserta terlihat terdiam menyaksikan kejadian tersebut, sementara video insiden itu segera menyebar dan memantik diskusi luas di ruang publik, khususnya di kalangan tenaga kesehatan dan pemerhati kebijakan pangan.

Sejumlah pihak menilai pernyataan sang ahli gizi mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap BGN yang dianggap tidak cukup membela profesi gizi dalam perumusan kebijakan MBG. Frasa “nyoreng etika profesi” kini menjadi simbol kritik terhadap arah pengambilan keputusan yang dinilai minim melibatkan suara tenaga ahli.

Para pakar gizi dan kesehatan masyarakat turut mengingatkan bahwa pelibatan tenaga non-gizi pada posisi teknis berisiko melemahkan pengendalian mutu pangan, sanitasi, hingga keamanan gizi. Hal tersebut dinilai krusial mengingat skala program MBG yang sangat besar dan berdampak langsung pada kesehatan generasi muda.

Hingga kini, publik masih menantikan sikap resmi Badan Gizi Nasional dan DPR RI untuk merespons insiden tersebut, sekaligus memberikan kejelasan mengenai kebijakan rekrutmen dalam program MBG agar tetap menjunjung standar keilmuan dan profesionalisme tenaga gizi.

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->