
GENDING - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan menggelar kegiatan ta’aruf dan konsolidasi pengurus periode 2025 - 2029 pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12.30 WIB hingga selessai. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Sahabat Dwi Adi Hartoko, Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Agenda konsolidasi ini menjadi momentum awal kepengurusan baru dalam memperkuat struktur internal sekaligus menyamakan persepsi arah perjuangan organisasi ke depan. Dalam sambutannya, Ketua terpilih PC GP Ansor Kraksaan menekankan bahwa khidmat di Ansor tidak dapat diukur dengan logika kepentingan pribadi.
“Jangan khawatir berkhidmat di Ansor. Jika perjuangan dihitung dengan logika ‘saya dapat apa’, maka itu bukan lagi khidmat,” tegasnya di hadapan jajaran pengurus harian.
Ia mengingatkan bahwa tantangan organisasi ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan soliditas dan kesamaan persepsi seluruh kader. Menurutnya, kepentingan pribadi maupun sektoral harus dikesampingkan demi kekuatan kolektif.
“Kita taruh dulu kepentingan-kepentingan pribadi. Jika kita bersama, kita akan solid. Tantangan ke depan semakin berat,” ujarnya.
Ketua terpilih juga menyampaikan cita-citanya untuk menghidupkan kembali kejayaan Ansor di tingkat cabang. Ia berharap seluruh sahabat Ansor dapat berjalan seirama dan profesional dalam menjalankan amanah organisasi.
Mengutip pesan Ketua PW Ansor Jawa Timur, ia mendorong agar Ansor dibangun sebagai organisasi yang berjalan sistematis dan mandiri. “Buatlah Ansor itu auto pilot. Semua berjalan sesuai bidangnya masing-masing,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung ancaman radikalisme yang dinilai mulai masuk ke berbagai sendi kehidupan melalui pendekatan psikologis, budaya, dan ruang sosial lainnya. Ansor dan Banser, menurutnya, memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai keislaman moderat dan keutuhan bangsa.
“Radikalisme saat ini masuk melalui psikologi dan culture. Ansor dan Banser bertugas menjaga itu,” tegasnya.
Meski kader berasal dari berbagai latar belakang politik dan profesi, ia meminta agar seluruh embel-embel di luar organisasi ditanggalkan saat menjalankan khidmat. “Mari kita bersatu membela bendera hijau, bendera Ansor,” serunya.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi serah terima seragam Banser dari Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) lama kepada Satkorcab baru. Penyerahan simbolis tersebut juga diberikan kepada Ketua PC GP Ansor terpilih sebagai bentuk komitmen moral dan organisatoris dalam mengawal perjuangan Ansor-Banser ke depan.
Momentum ini menjadi penanda estafet kepemimpinan sekaligus penguatan soliditas internal organisasi. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen ideologis yang ditegaskan dalam forum tersebut, PC GP Ansor Kraksaan optimistis mampu menjawab tantangan zaman serta memperkuat peran strategisnya dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.(IN)