
PROBOLINGGO - Sekitar 20 orang pengurus GP Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Maron bersama IPNU PAC Maron melaksanakan kegiatan ziarah wali selama dua hari, pada 14–15 Februari 2026. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah destinasi spiritual di Jawa Timur dan Madura sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan serta konsolidasi internal organisasi.
Rombongan bertolak dari Kecamatan Maron dan mengunjungi beberapa lokasi yang memiliki nilai historis dan religius kuat dalam tradisi Islam Nusantara. Di antaranya kawasan pesantren di Genggong, sejumlah makam ulama di Pasuruan, pusat-pusat ziarah di Jombang, serta wilayah Pulau Madura yang dikenal sebagai daerah dengan tradisi keulamaan dan pesantren yang kuat.
Ketua PAC GP Ansor Maron menyampaikan bahwa ziarah ini merupakan bentuk penghormatan (tabarruk) kepada para waliyullah dan ulama besar yang telah berkontribusi dalam penyebaran Islam di Jawa Timur. Menurutnya, tradisi ziarah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga proses refleksi spiritual dan penguatan komitmen berkhidmat di tengah masyarakat.
“Ziarah ini kami niatkan sebagai penguatan spiritual, pelestarian tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta mempererat tali silaturahmi antar-sahabat Ansor dan IPNU. Harapannya, semangat berkhidmat semakin tumbuh dan soliditas organisasi makin kokoh,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan agenda doa bersama, pembacaan tahlil, serta diskusi internal organisasi. Selain memperdalam nilai spiritual, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi dan penguatan visi kebangsaan di kalangan kader muda Nahdlatul Ulama.
Secara historis, Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan Islam di Indonesia, dengan jaringan pesantren dan makam wali yang menjadi rujukan ziarah umat dari berbagai daerah. Tradisi ini terus dijaga oleh organisasi kepemudaan berbasis pesantren sebagai bagian dari pelestarian warisan keislaman dan kebudayaan lokal.
Dengan semangat kebersamaan dan khidmat, kegiatan ziarah PAC GP Ansor dan IPNU Maron diharapkan menjadi energi baru bagi kader dalam menjalankan peran sosial, keagamaan, dan kebangsaan di tengah masyarakat.(IN)