-->

Notification

×

Ketua Ansor Kritik Pemerintah Kota Probolinggo, Soroti Program MBG dan Minimnya Dukungan terhadap Kegiatan Budaya

Minggu, 08 Maret 2026 | Maret 08, 2026 WIB | Last Updated 2026-03-07T20:50:05Z

KEDUPOK -  Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo, Salamun Huda, menyampaikan sejumlah kritik terhadap Pemerintah Kota Probolinggo dalam sambutannya pada kegiatan Festival Patrol yang digelar di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo. Sabtu 7 Maret 2026

Dalam kesempatan tersebut, Salamun Huda menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya perlu mendapat pengawasan serius agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai, dalam tradisi Nahdlatul Ulama, kegiatan sosial kemasyarakatan sejak dahulu telah menunjukkan kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan makanan yang layak dan bergizi.

“Dalam tradisi NU, ketika ada kegiatan seperti tahlilan atau kegiatan sosial lainnya, masyarakat selalu mendapatkan makanan yang layak dan bergizi. Karena itu kami berharap program-program sosial yang dijalankan pemerintah, termasuk MBG, benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Salamun Huda di hadapan peserta festival.

Ia juga menyebutkan bahwa di sejumlah daerah lain pemerintah daerah telah turun langsung melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, di Kabupaten Lumajang, Jember, hingga Kabupaten Probolinggo dan Bondowoso, pemerintah daerah telah memberikan perhatian terhadap berbagai kritik dan masukan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG.

Namun demikian, Salamun Huda mempertanyakan respons Pemerintah Kota Probolinggo terhadap berbagai masukan yang muncul di masyarakat.“Kami berharap Pemerintah Kota Probolinggo juga memiliki keseriusan yang sama untuk mendengar aspirasi masyarakat. Jangan sampai kritik yang muncul justru tidak mendapat perhatian,” katanya.

Ia pun meminta agar kritik dan masukan masyarakat dapat disampaikan kepada pimpinan daerah agar program yang berjalan dapat terus diperbaiki.

Melalui kesempatan tersebut, Salamun Huda juga berharap pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Probolinggo dapat menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat kepada Wali Kota Probolinggo.

Selain menyoroti program pemerintah, Salamun Huda juga menyinggung minimnya dukungan pemerintah kota terhadap kegiatan budaya yang digagas organisasi kepemudaan.

Ia menyebut Festival Patrol yang digelar GP Ansor Kota Probolinggo tersebut diselenggarakan secara mandiri tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

“Kegiatan ini murni digelar secara mandiri oleh Ansor bersama masyarakat. Bahkan peserta tidak hanya berasal dari Kota Probolinggo, tetapi juga dari wilayah Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Menurut Salamun Huda, kondisi tersebut menunjukkan bahwa gerakan pemuda dan masyarakat mampu menghidupkan kegiatan budaya secara mandiri melalui semangat gotong royong.

Meski tanpa dukungan anggaran dari pemerintah kota, kegiatan tersebut tetap terlaksana dengan baik berkat solidaritas berbagai pihak, termasuk dukungan sponsor dan partisipasi masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap kegiatan budaya lokal yang digagas masyarakat, karena kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah.“Festival patrol ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang mulai ditinggalkan. Kami berharap budaya lokal seperti ini terus mendapat ruang dan perhatian,” kata Salamun Huda.

Festival Patrol yang digelar GP Ansor Kota Probolinggo tersebut diikuti sejumlah kelompok musik patrol dari berbagai wilayah di Probolinggo Raya. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang kreativitas pemuda dalam melestarikan musik tradisional berbasis alat musik sederhana tanpa penggunaan instrumen elektronik maupun kendaraan bermotor. (IN)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->