
PROBOLINGGO - Video viral mengenai dugaan aksi pembegalan di kawasan Lapangan Angguran, Kota Probolinggo, dipastikan sebagai informasi keliru. Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo Kota mengklarifikasi bahwa insiden tersebut murni kesalahpahaman berantai yang ironisnya menyebabkan seorang anggota TNI mengalami kecelakaan.
Kejadian bermula saat tiga pemuda terjatuh akibat dipepet pengendara tak dikenal di kawasan 'King'. Tak terima, mereka lantas mengebut untuk mengejar pelaku. Gerak-gerik tergesa-gesa ini memicu kecurigaan seorang anggota Kodim 0820 yang kebetulan berada di lokasi. Lantaran peringatannya untuk berhenti diabaikan, sang prajurit berinisiatif mengejar ketiga pemuda itu sambil meneriakkan "Begal!" dan "Maling!".
Teriakan di tengah malam tersebut sontak memicu warga sekitar ikut melakukan pengejaran secara membabi buta terhadap ketiga pemuda, yang sejatinya adalah korban. Di saat ketiga pemuda itu memutuskan pulang karena kehilangan jejak target aslinya, nasib nahas menimpa sang prajurit TNI. Dalam kepanikan pengejaran, ia bertabrakan dengan warga lain hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Kebenaran insiden ini akhirnya terungkap setelah seorang tokoh masyarakat setempat, Bapak Agus, mengantarkan ketiga pemuda tersebut ke Mapolres Probolinggo Kota untuk membeberkan kronologi sebenarnya. Langkah proaktif ini sekaligus mematahkan narasi liar yang beredar di media sosial.
Melalui rilis resminya, Polres Probolinggo Kota mengapresiasi kepedulian aparat dan warga terhadap keamanan lingkungan. Namun, kepolisian juga menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi peringatan keras. Tindakan reaktif yang hanya didasari asumsi dan misinformasi, tanpa verifikasi fakta di lapangan, justru dapat memicu petaka baru yang merugikan pihak-pihak tidak bersalah.(adj/ma)