-->

Notification

×

Wakil Menteri Perindustrian Hadiri Peringatan Malam Lailatul Qadar Bersama Nahdliyin di Islamic Center Kraksaan - Probolinggo

Selasa, 10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB | Last Updated 2026-03-10T13:23:24Z

KRAKSAAN - Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, menghadiri peringatan malam Lailatul Qadar bersama warga Nahdliyin se-Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Center Kraksaan, Selasa (10/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan jamaah yang berasal dari berbagai unsur organisasi Nahdlatul Ulama, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, tokoh agama, pemuda, hingga tokoh masyarakat.

Acara tersebut menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah pusat dengan masyarakat, khususnya kalangan Nahdliyin di Kabupaten Probolinggo. Suasana religius terasa kental ketika para jamaah bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut malam yang diyakini sebagai salah satu malam paling mulia dalam bulan Ramadan.

Sejumlah tokoh daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya KH Malik Sanusi, Wakil Wali Kota Probolinggo, serta anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dan DPRD Kota Probolinggo. Hadir pula sejumlah tokoh pesantren, seperti KH Tauhidullah Badri, Gus Hafidzul Hakim Nur, Gus Hasan Ahsan Malik, dan Gus Hasan Habibifillah.

Dalam sambutannya, Faisol Riza menyampaikan bahwa sejak dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Perindustrian, dirinya banyak mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan sektor industri nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya memperkuat industri dalam negeri agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi global.

Menurut Faisol, salah satu fokus Kementerian Perindustrian adalah mendorong agar industri nasional tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga dimiliki dan dikuasai oleh bangsa Indonesia sendiri. Dengan demikian, sektor industri diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Ia mencontohkan industri rokok sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Berdasarkan data pemerintah, sektor tersebut memberikan sumbangan signifikan terhadap penerimaan negara.

“Industri rokok menyumbang hampir 10 persen terhadap pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan nilai mencapai sekitar Rp200 triliun,” ujar Faisol dalam sambutannya.

Faisol juga menyinggung peran penting daerah penghasil tembakau, termasuk Kabupaten Probolinggo, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi tembakau di Indonesia. Ia menyebut sebagian besar bahan baku tembakau yang digunakan dalam industri rokok nasional berasal dari daerah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Faisol turut membagikan refleksi pribadi mengenai perjalanan hidupnya yang berangkat dari lingkungan pesantren hingga dipercaya menduduki jabatan di pemerintahan. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa latar belakang pendidikan pesantren dapat membawanya mempelajari berbagai bidang industri yang kompleks.

“Dulu waktu di pesantren kita belajar akhlak, mengaji Al-Qur’an, dan ilmu agama. Sekarang saya juga harus belajar tentang nikel, unsur-unsur kimia, ferro, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan industri,” kata Faisol.

Kegiatan peringatan malam Lailatul Qadar tersebut tidak hanya menjadi ajang penguatan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat mengenai berbagai isu pembangunan, termasuk penguatan sektor industri nasional dan peran daerah dalam mendukung perekonomian negara.(IN)


×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->