Kiai Ubaidillah menegaskan bahwa ajang ini merupakan tingkat seleksi kabupaten yang menerapkan standar tinggi. Hanya peraih predikat juara pertama yang akan didelegasikan mewakili Kabupaten Probolinggo ke Porsadin tingkat Jawa Timur di Kabupaten Lumajang.
"Ini seleksi tingkat kabupaten, yang diambil hanya Juara 1 untuk didelegasikan ke tingkat provinsi di Lumajang. Alhamdulillah, sebelum-sebelumnya kita sebenarnya juara nasional, hanya saja tidak terpublikasi. Tahun ini, kita targetkan untuk kembali meraih juara nasional," tegas KH Ahmad Ubaidillah.
Tak hanya menyoal target prestasi, Kiai Ubaidillah secara terbuka menagih komitmen dan janji Bupati Probolinggo terkait pembiayaan kontingen. Pihaknya berharap Pemkab dapat menanggung penuh operasional keberangkatan para santri ke ajang provinsi agar tidak membebani lembaga.
"Kita akan menagih janji Bupati Probolinggo yang akan menanggung semuanya, karena tahun kemarin kita harus iuran sendiri untuk memberangkatkan peserta ke tingkat provinsi. Semoga seluruh peserta dapat berkompetisi dengan baik dan membawa nama baik lembaganya masing-masing," pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Hari Cahyono, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi memajukan potensi santri di Probolinggo. Pihaknya berjanji akan memberikan dukungan semaksimal mungkin bagi kelancaran kegiatan santri, meski saat ini dihadapkan pada efisiensi anggaran. (adj/ma)
