-->

Notification

×

Desa Dandang Pertahankan Warisan Perajin Dandang Sejak Generasi Terdahulu

Selasa, 30 Juni 2026 | Juni 30, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-30T08:33:05Z
GADING – Program Ngantor di Kecamatan Gading yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengungkap potensi unik yang selama ini masih bertahan di tengah masyarakat. Salah satunya adalah tradisi pembuatan dandang di Desa Dandang Kecamatan Gading yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih menjadi sumber mata pencaharian warga hingga saat ini.

Potensi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ saat mengunjungi sentra kerajinan dandang milik Mahfud di Desa Dandang Kecamatan Gading, Senin (29/6/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Pemerintah Kecamatan Gading serta Pemerintah Desa Dandang.

Di lokasi, Wabup Fahmi menyaksikan secara langsung proses pembuatan dandang dan wajan yang hingga kini masih dikerjakan secara manual menggunakan peralatan sederhana. Mulai dari pembentukan bahan baku, penyambungan hingga proses finishing dilakukan dengan keterampilan tangan para pengrajin yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Meski masih mengandalkan peralatan tradisional, kualitas produk yang dihasilkan dinilai mampu bersaing dengan produk pabrikan. Dandang dan wajan buatan Desa Dandang bahkan telah dipasarkan ke berbagai daerah melalui penjualan langsung maupun pemasaran secara daring.

Wabup Fahmi mengaku baru mengetahui bahwa nama Desa Dandang ternyata memiliki sejarah yang erat dengan aktivitas masyarakat sebagai pengrajin dandang. Sejarah tersebut menjadi identitas yang patut dijaga sekaligus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi berbasis budaya lokal.

“Setelah kami berkunjung, ternyata Desa Dandang memiliki cerita yang sangat menarik. Nama desa ini diambil dari kebiasaan masyarakat yang sejak dahulu menjadi pengrajin dandang. Terus terang saya juga baru mengetahui sejarah tersebut dan sampai hari ini tradisi itu masih tetap terjaga,” katanya.

Menurut Wabup Fahmi, keberadaan pengrajin dandang bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mencerminkan kreativitas dan ketekunan masyarakat desa. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong agar usaha tersebut berkembang menjadi salah satu produk unggulan UMKM daerah.

"Kami berharap UMKM masyarakat di sini terus mendapatkan dukungan sehingga bisa berkembang lebih baik lagi. Produk ini berkaitan dengan kebutuhan pangan, sehingga saya yakin peluang pasarnya akan terus ada dan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Dalam dialog bersama pengrajin, Wabup Fahmi menerima berbagai aspirasi, terutama terkait keterbatasan peralatan produksi yang masih sederhana. “Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membatasi kapasitas produksi,” lanjutnya.

Karena Desa Dandang merupakan salah satu desa penghasil tembakau jelas Wabup Fahmi, Pemkab Probolinggo akan mengkaji kemungkinan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk membantu penyediaan peralatan produksi bagi para pengrajin.

“Seluruh proses produksi saat ini masih menggunakan alat manual. Kami akan berkomunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk mempelajari kemungkinan bantuan melalui DBHCHT. Mudah-mudahan memungkinkan sehingga para pengrajin bisa memperoleh bantuan peralatan, meningkatkan produktivitas dan tidak lagi sepenuhnya mengandalkan cara manual," tegasnya.

Sementara Mahfud mengaku telah menjalankan usaha pembuatan dandang sejak tahun 2007. Saat ini ia hanya memiliki empat orang pekerja, jauh berkurang dibandingkan sebelumnya karena banyak pekerja yang telah membuka usaha sendiri. "Dulu karyawannya banyak, tetapi sekarang banyak yang sudah membuka usaha sendiri karena sudah bisa mengerjakan sendiri," ujarnya.

Mahfud menjelaskan seluruh modal usaha masih menggunakan dana pribadi. Untuk pemasaran, selain menjual secara langsung dengan berkeliling, ia juga memanfaatkan media online agar jangkauan pasar semakin luas. "Kalau pemasaran sekarang ya keliling, selain itu juga lewat online dan offline," terangnya.

Mahfud berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo dapat memberikan dukungan berupa bantuan peralatan produksi sehingga proses pembuatan dandang menjadi lebih cepat dan kapasitas produksi meningkat. "Harapannya semoga bisa dibantu alat-alat produksi, karena peralatan yang kami miliki masih kurang," pungkasnya. ***
×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->