-->

Notification

×

Video Tarian di Haflatul Imtihan MI Nurus Salam Viral, Kemenag Probolinggo Diminta Lakukan Pembinaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | Juni 27, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-27T06:52:15Z
PROBOLINGGO – Video yang menampilkan pertunjukan tarian dalam rangkaian Haflatul Imtihan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurus Salam, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, viral di media sosial yang diunggah oleh akun media sosial @aisyahajalah8 dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan Haflatul Imtihan tersebut digelar pada Selasa (23/6/2026). Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah perempuan menari di atas panggung dengan iringan musik yang oleh sejumlah warganet disebut sebagai joget pargoy. Unggahan itu kemudian menuai kritik dan menjadi perbincangan di media sosial.

Sejumlah warganet mempertanyakan kesesuaian pertunjukan tersebut dengan kegiatan yang mengatasnamakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Bahkan, ada pengguna media sosial yang menyinggung peristiwa serupa yang sebelumnya sempat menjadi polemik di Kabupaten Probolinggo.

"Kenapa ini diulang lagi ya," tulis salah seorang warganet dalam kolom komentar. Sementara pengguna lainnya mempertanyakan tujuan pertunjukan tersebut dengan menulis, "Fungsinya apa?". Ada pula komentar yang menyebut pertunjukan itu digelar "biar rame".

Baharianto, warga Kecamatan Besuk, menilai penampilan tersebut kurang tepat apabila benar menjadi bagian dari kegiatan Haflatul Imtihan.

"Kalau menurut saya memang kurang etis karena acaranya imtihan. Kalau acara lain, seperti hajatan atau pesta desa, mungkin berbeda," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat berharap kegiatan yang membawa nama yayasan atau madrasah tetap mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan akhlak. Ia menilai kritik yang bermunculan di media sosial sebaiknya dipahami sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

Baharianto juga meminta instansi terkait memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali menjadi polemik di tengah masyarakat.

"Yang punya kewenangan adalah Kementerian Agama dan pengawas madrasah. Paling tidak ada pembinaan atau peringatan agar ke depan kegiatan seperti ini tidak kembali menjadi polemik," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan bidang yang menangani pembinaan madrasah.

"Terima kasih, kami tindak dulu ke kasi terkait," tulis Samsur melalui pesan singkat.

Hingga berita ini ditulis, pihak MI Nurus Salam belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya video tersebut.
×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->