-->

Notification

×

Merah Putih Tetap Berkibar di Guyangan, Ketika Program MBG Belum Juga Menjangkau Mereka

Senin, 27 Juli 2026 | Juli 27, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-27T12:08:52Z
EDITORIAL | Senin, 27 Juli 2026

Merah Putih Tetap Berkibar di Guyangan, Ketika Program MBG Belum Juga Menjangkau Mereka

PROBOLINGGO - Setiap hari Senin, jutaan pelajar di Indonesia memulai aktivitas belajar dengan mengikuti upacara bendera. Di berbagai pelosok negeri, Merah Putih dikibarkan sebagai simbol cinta tanah air, penghormatan terhadap jasa para pahlawan, serta pengingat akan cita-cita bangsa yang harus terus dijaga bersama.

Pemandangan serupa juga terlihat di MI Raudlatul Ulum Guyangan, yang berada di Dusun Gligir, Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Senin (27/7/2026). Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, para siswa tetap berdiri tegap mengikuti upacara bendera. Mereka menyanyikan Indonesia Raya dengan penuh khidmat dan memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih sebagaimana jutaan pelajar Indonesia lainnya.

Di saat pemberitaan nasional dipenuhi berbagai perkembangan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—mulai dari perluasan pelaksanaan di berbagai daerah hingga dinamika tata kelolanya sekolah ini justru belum pernah merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Hingga hari ini, berdasarkan informasi yang diterima redaksi, peserta didik di MI Raudlatul Ulum Guyangan masih belum menjadi penerima Program MBG.
Namun, kondisi tersebut tidak mengubah semangat kebangsaan mereka.
Tidak ada teriakan. Tidak ada aksi protes. Tidak ada penolakan terhadap negara. Yang terlihat justru barisan anak-anak yang tetap disiplin mengikuti upacara, menghormati bendera, dan menjalankan aktivitas belajar seperti biasa. Mereka tetap menjadi bagian dari Indonesia, dengan harapan yang sama seperti anak-anak di daerah lain: memperoleh kesempatan yang setara untuk menikmati program-program pembangunan nasional.
Pemandangan ini menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap tanah air tidak selalu lahir dari kelimpahan fasilitas. Di pelosok pegunungan Probolinggo, nasionalisme tetap tumbuh meski berbagai program pemerintah belum sepenuhnya hadir. Anak-anak tetap belajar, guru tetap mengajar, dan sekolah tetap menjalankan tugasnya membentuk generasi penerus bangsa.
Editorial ini bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan kebijakan pemerintah, melainkan menjadi refleksi bahwa pemerataan merupakan ruh utama setiap program nasional. Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis tentu diharapkan mampu menjangkau seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali, termasuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dengan akses yang lebih sulit.
Sebab pada akhirnya, semangat kebangsaan yang ditunjukkan siswa-siswi MI Raudlatul Ulum Guyangan layak menjadi cermin bagi semua pihak. Mereka telah menjalankan kewajibannya sebagai warga negara dengan mencintai Indonesia. Kini, mereka pun berharap dapat merasakan hak yang sama sebagai anak bangsa untuk memperoleh manfaat dari program-program yang dirancang demi meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Merah Putih tetap berkibar di Dusun Gligir. Semoga keadilan pembangunan pun dapat berkibar bersama, hingga menjangkau setiap sudut negeri tanpa ada yang tertinggal.(Redaksi) 
×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->