Notification

×

Iklan

Iklan

Rubrik Terpopuler

Didukung Penuh Nurohman Foundation, Kerapan Kelinci Tambelang Diharapkan Jadi Tradisi Unggulan

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-16T22:12:58Z

 

PROBOLINGGO, PortalProbolinggo.com – Lomba kerapan kelinci kembali digelar di Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Minggu (16/8/2026). Kegiatan yang telah berlangsung sejak 2005 tersebut mendapat dukungan penuh dari Nurohman Foundation.


Kerapan kelinci di Tambelang kali ini diikuti sebanyak 162 peserta dari sejumlah daerah, mulai dari Probolinggo, Lumajang, Jember hingga Madura. Panitia juga menyiapkan hadiah berupa enam unit sepeda motor untuk diperebutkan para peserta.


Panitia pelaksana, Maulana Guntur (32), yang juga merupakan perangkat Desa Tambelang, mengatakan kerapan kelinci telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Sementara lapangan yang digunakan saat ini telah menjadi arena perlombaan selama kurang lebih 10 tahun.


“Kerapan kelinci ini sudah berjalan sejak 2005. Kalau lapangan yang sekarang digunakan, kurang lebih sudah sekitar 10 tahun,” kata Maulana.


Menurut Maulana, kerapan kelinci memiliki karakter berbeda dengan kerapan sapi. Dalam kerapan sapi, dua ekor sapi biasanya dipasangkan dalam satu tim. Sementara dalam kerapan kelinci, setiap peserta mengandalkan satu ekor kelinci.


Pada pelaksanaannya, tiga ekor kelinci dapat berpacu secara bersamaan di lintasan sepanjang sekitar 100 meter. Kelinci yang pertama mencapai garis finis dinyatakan sebagai pemenang.


Panitia menyebut, rata-rata kelinci mampu menyelesaikan lintasan tersebut dalam waktu sekitar tujuh hingga delapan detik.


Sebelum memasuki pertandingan utama, kelinci terlebih dahulu mengikuti tahapan perlombaan untuk menentukan kelas. Dua kelinci dipertandingkan pada tahap awal untuk menentukan pengelompokan ke kelas A maupun kelas B.


Maulana menjelaskan, tidak terdapat persyaratan khusus yang rumit bagi peserta. Perlombaan menggunakan sistem tiket, termasuk tiket yang diperoleh peserta dari kemenangan dalam perlombaan sebelumnya.


“Tidak ada persyaratan khusus karena acara ini sistem tiket. Jadi yang menang sebelumnya tentunya sudah punya tiket untuk mengikuti ajang yang lebih bergengsi,” ujarnya.


Kerapan kelinci tersebut juga rutin digelar sekitar tiga bulan sekali. Konsistensi penyelenggaraan serta kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat panitia berharap kegiatan itu dapat terus berkembang menjadi salah satu tradisi khas masyarakat Tambelang.


Panitia juga berharap pemerintah, baik dari unsur legislatif maupun eksekutif, memberikan perhatian dan dukungan agar keberlangsungan kegiatan tersebut dapat terus terjaga.


“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, agar agenda-agenda seperti ini bisa terus dijalankan. Karena nantinya ini bisa menjadi tradisi,” kata Maulana.


Dukungan penuh dari Nurohman Foundation dalam penyelenggaraan kali ini dinilai menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kegiatan masyarakat sekaligus upaya menjaga keberlangsungan kerapan kelinci yang telah tumbuh selama puluhan tahun di Tambelang.


Selain menjadi ajang kompetisi, kerapan kelinci juga mempertemukan komunitas penghobi kelinci dari berbagai daerah. Kehadiran peserta dan penonton dari luar wilayah turut membuka peluang bagi perputaran ekonomi masyarakat sekitar selama kegiatan berlangsung.


Dengan sejarah penyelenggaraan sejak 2005 dan peserta yang datang dari berbagai daerah, kerapan kelinci Tambelang memiliki potensi untuk berkembang menjadi agenda khas Kabupaten Probolinggo. Pengembangan tersebut diharapkan tetap dibarengi tata kelola yang baik, keselamatan peserta dan penonton, serta perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan agar tradisi ini dapat terus berlangsung secara aman dan berkelanjutan.

×
Berita Terbaru Update