Notification

×

Iklan

Iklan

Rubrik Terpopuler

Hampir Setahun Usai Seven Lake, Lapangan Kertosuko Terbengkalai dan Dibangun Lagi oleh Warga Secara Swadaya

Kamis, 13 Agustus 2026 | Agustus 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-13T12:29:57Z

PROBOLINGGO – Hampir setahun setelah pelaksanaan Seven Lake Festival 2025, kondisi lapangan di Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, masih menjadi perhatian warga. Lapangan yang sebelumnya digunakan untuk olahraga dan kerapan kelinci belum sepenuhnya kembali seperti kondisi semula dan kini kembali dibangun oleh warga secara swadaya.
Lapangan tersebut sebelumnya dibangun melalui gotong royong masyarakat dengan biaya sekitar Rp20 juta. Menjelang pelaksanaan Seven Lake Festival 2025, lapangan kemudian diratakan menggunakan alat berat karena direncanakan untuk mendukung kegiatan kerapan sapi.
Namun, rencana tersebut tidak terlaksana. Setelah kegiatan berlalu, kondisi lapangan belum kembali seperti sebelumnya. Warga kemudian berinisiatif melakukan pembangunan dan perbaikan secara swadaya agar lapangan kembali dapat digunakan.
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Dapil 3 mengatakan, sebelum proses perataan dilakukan, telah ada pembahasan bersama sejumlah pihak. Dalam pertemuan tersebut, menurutnya, disepakati bahwa lapangan akan dikembalikan setelah proses perataan selesai.
“Saya panggil kepala desa, sekretaris desa dan ketua kerapan kelinci. Di situ terjadi kesepakatan bahwa setelah selesai, yang menanggung adalah kepala desa dan sekretaris desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lapangan tersebut sebelumnya menjadi fasilitas masyarakat untuk berbagai kegiatan, termasuk olahraga dan kerapan kelinci. Dalam upaya pembangunan kembali, dirinya juga mengaku memberikan bantuan pribadi sebesar Rp1 juta.
Menurutnya, persoalan tersebut sudah jelas dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun persaingan dengan pihak tertentu.
“Saya sudah jelaskan. Sebetulnya itu sudah clear,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kertosuko Sudarman mengatakan dirinya termasuk salah satu pihak yang terlibat dalam proses perataan dan rencana pembangunan kembali lapangan.
Menurut Sudarman, selain dirinya, terdapat sekretaris desa, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, dan H yang terlibat dalam proses tersebut.
Sudarman mengatakan lapangan sebelumnya dibangun melalui swadaya masyarakat. Namun setelah diratakan, pembangunan kembali lapangan kerapan kelinci tidak berlanjut.
Ia menyebut hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak kecamatan terkait pembangunan kembali lapangan tersebut.
Rudi, warga Kertosuko yang turut mengawali pembangunan lapangan, mengatakan warga kembali bergotong royong memperbaiki fasilitas tersebut setelah melihat kondisi lapangan belum kunjung pulih.
Menurutnya, sejumlah pihak juga telah memberikan bantuan material untuk mendukung pembangunan secara swadaya.
“Dulu sempat ada kesepakatan dengan dewan dan pemerintah bahwa lapangan kelinci akan dibuat kembali dan lebih bagus. Namun sampai sekarang masih terbengkalai,” ujar Rudi.
Warga berharap pembangunan secara swadaya tersebut dapat mengembalikan fungsi lapangan sebagai fasilitas olahraga dan ruang kegiatan masyarakat.
Mereka juga berharap pemerintah desa dan kecamatan bersama pihak-pihak yang sebelumnya terlibat dalam pembahasan dapat memberikan kejelasan mengenai kelanjutan pemulihan lapangan.
Bagi warga Kertosuko, keberadaan lapangan tersebut cukup penting karena selama ini menjadi tempat olahraga, kerapan kelinci, serta berbagai kegiatan sosial masyarakat.
Kini, setelah hampir setahun berlalu sejak Seven Lake Festival 2025, warga memilih kembali bergotong royong untuk membangun lapangan tersebut agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
×
Berita Terbaru Update