-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Blokade Jalur Pantura Pajarakan Berakhir, Polisi Sebut Tak Ada Penangkapan Saat Aksi Madas Sedarah

Kamis, 29 Oktober 2026 | Oktober 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-28T17:12:14Z

PROBOLINGGO, PortalProbolinggo.com – Aksi puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) Madas Sedarah yang sempat memblokade jalur Pantura di depan Mapolres Probolinggo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (28/10/2026) malam, akhirnya berakhir setelah perwakilan massa melakukan audiensi dengan pihak kepolisian.


Aksi tersebut sebelumnya menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Pajarakan terganggu. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang digunakan massa dilaporkan memenuhi area depan Mapolres hingga sebagian badan jalan.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedatangan massa dipicu persoalan penanganan perkara yang disebut berkaitan dengan rokok ilegal. Mereka mempertanyakan tindakan kepolisian terhadap seorang rekan yang sebelumnya dikabarkan diamankan.


Dilansir dari detik.com, Koordinator Aksi Madas Sedarah, Suher, menyampaikan keberatan terhadap prosedur penindakan yang dilakukan Polres Probolinggo. Menurutnya, tindakan tersebut diduga berlangsung tanpa koordinasi dengan pihak Bea Cukai.


“Ini tuntutan kami terkait masalah tadi, pihak Polres Probolinggo melakukan penangkapan sepihak tanpa kerja sama dengan pihak Bea Cukai. Sedangkan kemarin kami sudah ada kesepakatan dengan pihak Bea Cukai,” ujar Suher sebagaimana dikutip dari detik.com.


Suher juga mempertanyakan kelengkapan administrasi serta prosedur penyitaan dalam penanganan perkara tersebut.


Meski demikian, pernyataan mengenai dugaan ketidaksesuaian prosedur itu merupakan klaim pihak Madas Sedarah yang belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum.


Setelah dilakukan audiensi dengan kepolisian, Suher menyebut kedua pihak telah memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai persoalan yang dipermasalahkan.


Sementara itu, Wakapolres Probolinggo Kompol Januar Rizal Ardianto menjelaskan bahwa situasi yang sempat ramai di depan Mapolres berhasil dikendalikan melalui komunikasi dengan perwakilan Madas Sedarah.


Menurutnya, persoalan tersebut dipicu adanya kesalahpahaman antara pihak Madas Sedarah dan kepolisian.


“Memang agak sedikit ramai malam ini, namun demikian situasi sudah kondusif. Permasalahannya adalah rekan-rekan dari Madas Sedarah yang mengalami miskomunikasi dengan Polres,” kata Januar, sebagaimana dilansir detik.com.


Ia menjelaskan bahwa kepolisian telah melakukan audiensi bersama sejumlah pengurus dan pimpinan Madas Sedarah untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan yang menjadi pemicu aksi.


Dalam keterangannya, Januar juga menegaskan bahwa tidak terjadi proses penangkapan di Polres Probolinggo pada malam berlangsungnya aksi tersebut.


Menurutnya, terdapat perbedaan pemahaman mengenai tindakan hukum yang diduga dilakukan kepolisian terhadap rekan anggota Madas Sedarah.


Januar menambahkan bahwa orang yang sebelumnya disebut ditangkap telah dijemput oleh rekan-rekannya dari Madas Sedarah.


Setelah komunikasi dilakukan, massa akhirnya bersedia membubarkan diri secara tertib dan situasi di sekitar Mapolres Probolinggo berangsur kondusif.


Sebelumnya, aksi massa sempat mengganggu arus kendaraan di jalur Pantura Pajarakan, yang merupakan akses utama penghubung Probolinggo dan Situbondo.


Kondisi lalu lintas di kawasan tersebut juga tengah mengalami hambatan akibat pekerjaan perbaikan Jembatan Pajarakan.


Dengan adanya penjelasan pihak kepolisian, informasi awal mengenai dugaan penangkapan yang memicu aksi kini memperoleh tanggapan resmi. Namun, rincian perkara rokok ilegal yang dipersoalkan massa serta prosedur penanganannya masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang. AL/MA

×
Berita Terbaru Update