PROBOLINGGO, PortalProbolinggo.com – Keributan hingga berujung perkelahian terjadi antara sopir travel dan seorang penjaga palang yang bertugas mengatur arus kendaraan di kawasan perbaikan Jembatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (26/10/2026).
Insiden tersebut diduga dipicu persoalan permintaan uang kepada pengendara di tengah kemacetan akibat pemberlakuan sistem buka-tutup lalu lintas selama proses perbaikan jembatan berlangsung.
Peristiwa itu melibatkan sopir kendaraan jenis Isuzu Elf milik DK Trans berwarna silver dengan nomor polisi DA 7545 XD. Saat kejadian, kendaraan tersebut tengah mengangkut sekitar 20 penumpang dengan tujuan Bali.
Seorang penumpang berinisial J mengungkapkan, keributan bermula ketika kendaraan yang ditumpanginya berada dalam antrean di sekitar lokasi perbaikan jembatan.
Menurut pengakuannya, seorang penjaga palang mendekati kendaraan sambil menyodorkan kotak yang diduga digunakan untuk meminta uang kepada pengendara yang hendak melintas.
Namun, sopir travel tidak memberikan uang. Situasi kemudian memanas karena penjaga tersebut disebut terus mendesak sopir hingga terjadi adu mulut.
"Penjaga itu maksa, Mas," ungkap J saat menceritakan kejadian tersebut.
J menuturkan, perselisihan antara sopir dan penjaga sebenarnya sempat mereda. Namun, ketegangan kembali terjadi setelah sopir diduga mendapat pukulan dari arah belakang ketika hendak kembali masuk ke kendaraannya.
Tindakan tersebut diduga memicu emosi hingga keduanya kembali terlibat keributan yang berujung perkelahian.
Peristiwa itu pun menambah ketegangan di tengah kondisi arus lalu lintas yang sedang mengalami antrean akibat sistem buka-tutup di kawasan jembatan.
Pemilik DK Trans Benarkan Kejadian
Pemilik DK Trans, Didik, membenarkan adanya insiden yang melibatkan sopir armadanya dengan penjaga palang di kawasan Jembatan Pajarakan.
Menurut Didik, persoalan tersebut telah ditangani pihak kepolisian. Sopir travel dan penjaga palang yang terlibat dilaporkan sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Pajarakan.
Hingga berita ini disusun, belum diketahui secara pasti bagaimana kronologi lengkap perkelahian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian.
Belum ada pula keterangan resmi mengenai ada atau tidaknya korban luka maupun kemungkinan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Dugaan Permintaan Uang Jadi Sorotan
Peristiwa ini turut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengaturan lalu lintas dan dugaan permintaan uang kepada pengguna jalan di kawasan perbaikan Jembatan Pajarakan.
Pasalnya, pengaturan arus kendaraan dengan sistem buka-tutup seharusnya mengutamakan keselamatan, ketertiban, serta kelancaran pengguna jalan yang melintas.
Meski demikian, dugaan permintaan uang secara paksa tersebut sejauh ini masih didasarkan pada keterangan penumpang dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Belum diketahui pula status maupun kewenangan penjaga palang yang terlibat, termasuk apakah yang bersangkutan merupakan petugas resmi pengatur lalu lintas proyek atau pihak lainnya.
PortalProbolinggo.com masih memerlukan konfirmasi dari Polsek Pajarakan serta pihak penjaga palang untuk memperoleh penjelasan yang berimbang mengenai penyebab keributan dan dugaan pemukulan tersebut.
Pemeriksaan kepolisian diharapkan dapat mengungkap duduk perkara secara menyeluruh sekaligus memastikan ada tidaknya pelanggaran hukum dalam insiden tersebut. Ma/ko