-->

Notification

×

Hari Jadi Kraksaan, Wabup Fahmi Bongkar Paradoks Pembangunan Era Modern

Selasa, 06 Januari 2026 | Januari 06, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-06T03:23:26Z

Refleksi Pembangunan: Wakil Bupati Probolinggo Bandingkan Ketangguhan Karya Masa Lalu dan Tantangan Pembangunan Hari Ini

KRAKSAAN - Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Hal Zaini menyoroti perbedaan mendasar antara pembangunan pada masa lampau dan pembangunan di era modern saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara tasyakuran Hari Jadi Kota Kraksaan yang digelar di Pendopo Kecamatan Kraksaan.

Dalam pidatonya, Fahmi menekankan bahwa pembangunan pada masa lalu justru melahirkan karya-karya yang lebih bertahan lama, meskipun dilakukan dalam kondisi serba terbatas. Ia membandingkan situasi tersebut dengan pembangunan masa kini yang ditopang fasilitas lengkap, namun kerap menghadapi persoalan kualitas dan keberlanjutan.

“Dahulu, pembangunan dilakukan tanpa konsultan, tanpa arsitek, bahkan tanpa sistem pengadaan yang kompleks. Tetapi bangunan-bangunan peninggalan masa lalu justru banyak yang lebih awet dibandingkan bangunan yang dibangun pada masa sekarang,” ujar Fahmi di hadapan para undangan.

Menurutnya, fakta tersebut seharusnya menjadi bahan refleksi bersama, khususnya bagi seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Fahmi menilai bahwa keberhasilan pembangunan masa lalu tidak semata ditentukan oleh teknologi atau kelengkapan administrasi, melainkan oleh nilai tanggung jawab, ketulusan, dan orientasi jangka panjang dalam membangun.

Ia juga menyinggung sejumlah warisan peradaban yang hingga kini masih berdiri kokoh, meskipun dibangun tanpa teknologi modern. Fahmi menyebut bahwa bangunan-bangunan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya berkualitas tinggi dan berdaya tahan panjang.

“Sekarang ini kita memiliki pengawasan, inspektorat, konsultan, dan perencanaan yang lengkap. Namun realitanya, tidak sedikit bangunan yang baru berusia beberapa tahun sudah mengalami kerusakan. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fahmi mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh dipahami sebatas pembangunan fisik semata. Ia menekankan bahwa para pendahulu Kraksaan telah meletakkan fondasi pembangunan sumber daya manusia jauh sebelum istilah tersebut populer seperti sekarang. Menurutnya, pembangunan manusia merupakan kunci utama yang menjadikan Kraksaan siap berperan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo.

Dalam konteks pembangunan masa kini, Fahmi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak menjadikan peringatan hari jadi sebagai seremoni belaka. Ia mendorong agar momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi dan penguatan komitmen bersama dalam membangun Kraksaan secara lebih berkualitas, berintegritas, dan berkelanjutan.

“Dengan segala fasilitas yang kita miliki hari ini, pertanyaannya adalah apa yang bisa kita berikan untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu. Pembangunan Kraksaan ke depan harus lebih layak, lebih maju, dan lebih menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.

Acara tasyakuran Hari Jadi Kota Kraksaan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur, tetapi dari ketahanan nilai, kualitas hasil, serta keberpihakan pada masa depan generasi berikutnya.(IN)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->