-->

Notification

×

Investasi Berlabel Syariah Diduga Bermasalah, Ribuan Nasabah Terancam Kehilangan Dana

Jumat, 02 Januari 2026 | Januari 02, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-02T06:58:49Z

portalprobolinggo.com, Jakarta - Dugaan kasus investasi bermasalah kembali mencuat dan menyita perhatian publik. Kali ini, sebuah perusahaan investasi yang menawarkan produk berlabel syariah dilaporkan menyebabkan kerugian besar bagi para nasabahnya, dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun dan berdampak pada sekitar 4.500 nasabah.

Perusahaan tersebut diketahui menawarkan skema investasi di sektor properti dan lahan, dengan janji bagi hasil tinggi, klaim tanpa riba, serta imbal hasil yang disebut dapat mencapai hingga 18 persen per tahun. Pendekatan religius dan penggunaan istilah syariah disebut menjadi faktor utama yang mendorong kepercayaan masyarakat untuk menanamkan dana mereka.

Sejumlah nasabah menyatakan bahwa dana yang disetorkan berasal dari tabungan jangka panjang, termasuk uang pensiun dan dana pendidikan anak. Investasi tersebut diharapkan menjadi penopang keuangan di masa depan.

Namun, seiring berjalannya waktu, muncul dugaan bahwa pengelolaan dana tidak berjalan sebagaimana dijanjikan. Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek investasi diduga tidak sepenuhnya dialokasikan sesuai peruntukan. Bahkan, terdapat indikasi bahwa aliran dana baru digunakan untuk memenuhi kewajiban kepada investor sebelumnya. Ketika arus dana tersebut terhenti, sistem investasi diduga mengalami kegagalan.

Dampak sosial dari kasus ini dinilai cukup serius. Banyak nasabah, termasuk kelompok lanjut usia, kini menghadapi ketidakpastian ekonomi. Harapan untuk memperoleh penghasilan tetap dari investasi tersebut berubah menjadi kecemasan akan hilangnya dana yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, nilai aset yang tersedia saat ini disebut belum sebanding dengan total dana yang dihimpun, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai potensi pengembalian dana kepada para nasabah. Proses penelusuran dan penyelesaian hukum masih menjadi perhatian utama bagi pihak-pihak terkait.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi. Pengamat menilai, penggunaan label agama tidak serta-merta menjamin keamanan investasi, sementara janji imbal hasil tinggi perlu dikaji secara rasional dan kritis.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan transparansi pengelolaan dana, legalitas perusahaan, serta kewajaran tingkat keuntungan sebelum mengambil keputusan investasi. Sebab, ketika sebuah penawaran terdengar terlalu ideal, risiko yang tersembunyi justru bisa jauh lebih besar.

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->