-->

Notification

×

Gubernur LSM LIRA Jawa Timur Samsuddin Dorong Standar Keamanan Destinasi Wisata Internasional Pasca Insiden di Bromo

Senin, 16 Februari 2026 | Februari 16, 2026 WIB | Last Updated 2026-02-16T11:17:30Z

SURABAYA/PROBOLINGGO – Insiden hilangnya tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung Bromo memantik perhatian berbagai elemen masyarakat. Gubernur LSM LIRA Jawa Timur, Samsuddin, menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum penguatan standar keamanan destinasi wisata berkelas internasional di Jawa Timur.

Menurut Samsuddin, Bromo bukan sekadar objek wisata, melainkan simbol daya saing pariwisata Jawa Timur di mata dunia. Karena itu, aspek keamanan tidak boleh dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai fondasi utama tata kelola destinasi.“Destinasi internasional harus dikelola dengan standar internasional. Keamanan wisatawan adalah prioritas mutlak. Jangan sampai insiden seperti ini mencederai reputasi Jawa Timur yang selama ini dikenal ramah dan aman,” tegasnya dalam keterangan pers, Senin (16/2/2026).

Samsuddin mendorong pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pemetaan titik rawan serta optimalisasi pengawasan berbasis teknologi seperti pemasangan CCTV di area strategis, khususnya parkir kendaraan wisata dan pintu masuk kawasan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, aparat kepolisian, Satpol PP, hingga asosiasi pelaku usaha wisata seperti ASITA dan PHRI. Menurutnya, keamanan destinasi adalah tanggung jawab kolektif.“Pariwisata adalah ekosistem. Jika satu titik lemah, maka seluruh rantai nilai bisa terdampak. Karena itu, kolaborasi harus diperkuat,” ujarnya.

Selain aspek pengawasan, Samsuddin menggarisbawahi pentingnya edukasi kepada wisatawan dan pelaku usaha wisata agar lebih waspada terhadap potensi tindak kejahatan. Ia menilai pendekatan preventif dan respons cepat terhadap laporan kehilangan sangat menentukan persepsi publik, terlebih di era digital ketika informasi menyebar secara instan.

“Respons cepat adalah kunci menjaga kepercayaan. Jangan biarkan isu berkembang tanpa klarifikasi dan penanganan yang tegas,” tambahnya.

Samsuddin menyatakan LSM LIRA Jawa Timur akan terus mengawal perkembangan kasus ini sekaligus mendorong penguatan sistem keamanan destinasi wisata di berbagai daerah, bukan hanya di Probolinggo. Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran untuk memperbaiki tata kelola pariwisata secara struktural.

Gunung Bromo selama ini menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Dengan pembenahan sistem keamanan, transparansi penanganan kasus, serta komitmen kolaboratif seluruh pemangku kepentingan, Jawa Timur diyakini tetap mampu mempertahankan citra sebagai salah satu destinasi unggulan nasional yang aman, nyaman, dan kompetitif di tingkat global.(IN)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->