
KRAKSAAN- Petugas Cleaning Service (CS) dan Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Kabupaten Probolinggo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo menyusul beredarnya video prank kejutan ulang tahun Ketua DPRD yang viral di media sosial.
Video tersebut menuai beragam tanggapan dari publik. Sejumlah warganet menilai aksi tersebut kurang menunjukkan empati, mengingat pada waktu yang hampir bersamaan sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo tengah dilanda bencana banjir.
Koordinator Cleaning Service DPRD Kabupaten Probolinggo, Abu Yazid, menegaskan bahwa kegiatan kejutan ulang tahun tersebut merupakan inisiatif murni para staf tanpa adanya instruksi, arahan, maupun keterlibatan pimpinan DPRD
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya inisiatif kami sebagai staf. Tidak ada perintah dari pimpinan. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kegaduhan yang terjadi,” ujar Abu Yazid, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, kejutan sederhana tersebut dilakukan usai Sidang Paripurna DPRD yang berlangsung di ruang sidang lantai tiga Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo pada Rabu (18/1/2026). Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi internal kepada pimpinan, tanpa niat untuk dipublikasikan secara luas.
Menanggapi tudingan negatif yang beredar di media sosial, Abu Yazid juga menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan, mulai dari kue ulang tahun hingga penampilan hadrah, bersumber dari dana pribadi para staf CS dan Pamdal, bukan menggunakan anggaran negara atau fasilitas kedinasan.
“Kami pastikan tidak ada penggunaan anggaran DPRD. Semua biaya berasal dari patungan pribadi kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak CS dan Pamdal DPRD Kabupaten Probolinggo mengakui bahwa momentum penyebaran video tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah situasi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Kami menyadari bahwa waktu dan situasinya kurang tepat. Ke depan, kami akan lebih berhati-hati, lebih bijak, dan fokus menjalankan tugas kami dalam mendukung pelayanan dan operasional DPRD,” pungkas Abu Yazid.
Permohonan maaf ini diharapkan dapat meredam polemik yang berkembang di tengah masyarakat serta menjadi pembelajaran bersama agar setiap aktivitas publik lebih sensitif terhadap kondisi sosial yang sedang terjadi.(ma/ko)