
PROBOLINGGO - Momentum pasca-Idul Fitri 1447 H, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo secara resmi memanaskan kembali mesin pergerakan organisasi. Mengusung tema "Rapatkan Barisan, Eratkan Persaudaraan", acara silaturahmi dan Halal Bihalal ini digelar di Gedung PCNU Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Leces, pada Sabtu (18/4) pagi.
Acara yang berlangsung khidmat dengan tradisi duduk lesehan khas pesantren ini tidak sekadar menjadi ajang bermaaf-maafan. Momentum ini menjadi titik tolak konsolidasi strategis pasca turunnya Surat Keputusan (SK) resmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Selain pembacaan istighosah, agenda tersebut juga diisi dengan persiapan dan sosialisasi Musyawarah Ranting serta Anak Ranting NU.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, K. Teguh Mahameru Zainul Hasan, M.Pd.I., menegaskan bahwa dengan legalitas yang kini telah tuntas, langkah utama kepengurusan adalah memperkuat konsolidasi internal.
"Kita berharap mesin besar PCNU Kabupaten Probolinggo pasca Idul Fitri ini bergerak kembali menata program. Kita akan memperkuat konsolidasi organisasi, bagaimana merekatkan setiap komponen karena kita bergerak satu barisan, bukan hanya PCNU tapi juga tingkatan di bawahnya. Kita fokus pada program-program yang mempunyai dampak signifikan pada kehidupan sosial kemasyarakatan," ujar K. Teguh.
Ia juga memaparkan visi besar PCNU dalam menapaki abad kedua Nahdlatul Ulama. "Kita ingin NU tetap dalam wajah tradisionalnya yang guyub, memiliki kedekatan emosional dan kekerabatan yang kuat, tetapi secara organisatoris kita mampu bergerak sebagai sebuah sistem yang modern," paparnya.
Sejalan dengan visi pergerakan modern tersebut, sektor pendidikan ditetapkan sebagai prioritas utama dalam rancangan kerja PCNU ke depan. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo, K. Abdul Hamid, menyoroti pentingnya kebangkitan lembaga pendidikan di bawah naungan NU.
"Program yang harus kita laksanakan, utamanya adalah masalah pendidikan. Pendidikan ini adalah bakal calon pemimpin di Kabupaten Probolinggo," tegas K. Abdul Hamid.
Beliau juga mendorong agar seluruh jajaran pengurus, mulai dari cabang hingga ke tingkat ranting, bekerja lebih aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai NU. "Ini adalah akhir dari seratus tahun dan permulaan dari seratus tahun (abad kedua NU). Kalau kita tidak aktif, ya sangat kurang sip," tambahnya.
Jajaran Syuriyah juga menitipkan pesan penting bagi jamaah akar rumput. K. Abdul Hamid mengimbau secara khusus agar masyarakat Nahdliyin di Probolinggo memiliki prinsip yang kokoh.
"Saya mohon kepada masyarakat, tidak mempunyai sifat latah atau ikut-ikutan. Kadang ada orang mencela kiai ikut mencela kiai, ada orang mencela habaib ikut mencela habaib. Dimohon untuk tenang, bagaimana orang-orang sepuh dulu kita melakukan tugas bermasyarakat dalam organisasi Nahdlatul Ulama," pesan Rais Syuriyah.
Kondisi sosial-keagamaan di Kabupaten Probolinggo sendiri dinilai sangat baik. K. Teguh Mahameru menambahkan bahwa kehidupan keberagamaan di wilayah ini tidak memiliki tantangan friksi yang besar. Oleh karena itu, energi seluruh kader dan pengurus dapat difokuskan sepenuhnya untuk memperkuat jam'iyyah (organisasi) demi memajukan kemaslahatan jama'ah.
Dengan struktur yang kini telah terkonsolidasi penuh dan arah program yang jelas, PCNU Kabupaten Probolinggo menyatakan kesiapannya untuk mengawal peradaban umat yang lebih mulia di era baru. (adj/ma)