
Probolinggo – Informasi terkait dugaan aksi begal di wilayah Kademangan, Kota Probolinggo, yang viral di media sosial sejak Kamis (16/4/2026), dipastikan merupakan hoaks. Narasi tersebut bermula dari tangkapan layar status WhatsApp yang kemudian disebarluaskan tanpa verifikasi, sehingga memicu keresahan di masyarakat.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang perempuan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan bercak darah di pakaian, sedang diangkat ke dalam mobil. Visual tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan aksi pembegalan.
Namun, klarifikasi dari pihak kepolisian membantah narasi tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Probolinggo, Iptu Zainal Arifin, SH, menegaskan bahwa tidak ada kejadian begal pada hari itu.
“Tidak ada begal hari ini. Itu kecelakaan,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (16/4/2026).
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Dr. Prof. Hamka, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, sekitar pukul 19.00 WIB.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Muhammad Taufik Rahardian, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat sebuah minibus Daihatsu bernopol N-1607-YG yang dikemudikan Hamsya Ramadhan (39), warga Desa Tempeh Lor, Kabupaten Lumajang, melaju dari arah timur ke barat.
Sesampainya di lokasi kejadian, minibus tersebut berbelok ke kanan menuju arah utara. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Scoopy bernopol N-5234-QL yang dikendarai Lusi (25), warga Desa Muneng Lor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
“Diduga pengemudi minibus kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah depan saat berbelok, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” jelas Aipda Taufik.
Akibat kecelakaan tersebut, Lusi mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pengemudi minibus dilaporkan dalam kondisi selamat.
Saat ini, Satlantas Polres Probolinggo Kota masih melakukan penanganan serta penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu waspada, terutama saat akan berbelok atau menyeberang. Pastikan kondisi aman dan berikan isyarat yang jelas,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi. Penyebaran informasi yang tidak akurat tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kepanikan publik.