PROBOLINGGO - Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus pelemparan petasan berdaya ledak tinggi yang menyasar rumah seorang warga berinisial MJ (35) di Dusun Jujuk, Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin dini hari (11/5/2026).
Di tengah proses penyelidikan, warga sekitar menyebut korban dikenal berprofesi sebagai debt collector. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan adanya kaitan antara profesi korban dengan aksi teror tersebut.
Kasi Humas Polres Probolinggo, AKP Merdhania Pravita Shanty, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan kronologi awal kejadian berdasarkan hasil penyelidikan petugas.
Menurutnya, sekitar pukul 01.00 WIB terdapat dua orang menggunakan sepeda motor jenis CRF melintas di depan rumah korban dari arah selatan. Kendaraan tersebut sempat berhenti di depan rumah sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke arah barat.
“Sekira jam 02.40 WIB kendaraan CRF tidak berboncengan melintas kembali dari arah selatan dan berhenti di depan rumah untuk mengeluarkan petasan dan menyulutnya,” ujar AKP Merdhania Pravita Shanty.
Ledakan petasan tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan pada rumah dan kendaraan milik korban. Berdasarkan data kepolisian, pintu gerbang rumah mengalami kerusakan, kaca jendela pecah, serta atap plafon garasi turut rusak akibat kuatnya ledakan.
Selain itu, satu unit mobil Toyota Agya warna kuning mengalami kerusakan pada bagian bumper depan, kap mesin, dan kaca depan pecah. Sebuah sepeda motor Honda Vario juga dilaporkan rusak di bagian belakang.
Suara ledakan yang terjadi saat sebagian warga masih tertidur membuat masyarakat sekitar panik dan keluar rumah untuk mengetahui sumber dentuman keras tersebut.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Kraksaan. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman terkait identitas pelaku maupun motif aksi pelemparan petasan itu.
“Sementara masih dalam lidik Polsek Kraksaan. Perkembangan informasi akan kami informasikan lebih lanjut,” tambah AKP Merdhania Pravita Shanty.
Peristiwa tersebut menambah keresahan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang belakangan diwarnai berbagai kasus kriminalitas dan gangguan keamanan di sejumlah wilayah.