PROBOLINGGO – Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Potensi atau PMBP yang dilaksanakan mahasiswa pada 1 April hingga 31 Mei 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif di Kabupaten Probolinggo. Program ini menyasar SMP Negeri 2 Besuk dan MI Al-Azhar Kecamatan Krejengan, dengan fokus pada penguatan aktivitas ekstrakurikuler, pendidikan kebersihan lingkungan, serta pelatihan penanganan cedera olahraga.
Mengusung tema “Integrasi Aktivitas Ekstrakurikuler, Pendidikan Kebersihan Lingkungan, dan Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga untuk Meningkatkan Kualitas Hidup dan Prestasi Siswa,” kegiatan ini dirancang untuk membantu sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik secara lebih menyeluruh.
Program tersebut berada di bawah bimbingan Winarno, S.Pd., M.Pd., Dian Fitri Argarini, S.Pd., M.Pd., dan Wiwik Kusumawati, S.Pd., M.Si., selaku dosen pembimbing PMBP. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Kepala MI Al-Azhar, H. Ulumuddin, S.Pd.I., serta Kepala SMP Negeri 2 Besuk, Drs. Budiono, M.Pd.
Ketua kegiatan PMBP, Muhammad Irfandi, bersama tim mahasiswa yang terdiri dari M. Rizqy Hidayat sebagai sekretaris, Ansori sebagai sie acara, dan Delon Zulkifli sebagai sie perlengkapan, melaksanakan program berdasarkan hasil observasi awal terhadap kebutuhan sekolah.
Tim PMBP menilai, penguatan kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan hidup bersih, dan pengetahuan dasar penanganan cedera olahraga masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Karena itu, mahasiswa bersama dosen pembimbing dan pihak sekolah merancang kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada karakter, kesehatan, keterampilan sosial, dan kepedulian lingkungan.
Di SMP Negeri 2 Besuk, mahasiswa mendampingi siswa dalam berbagai aktivitas ekstrakurikuler.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama tim, kreativitas, serta kemampuan komunikasi siswa.
Kepala SMP Negeri 2 Besuk, Drs. Budiono, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa PMBP memberikan suasana baru dalam pengembangan kegiatan siswa di sekolah.
“Kegiatan ini memberikan motivasi bagi siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Selain meningkatkan keterampilan siswa, program ini juga membantu sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter,” ujarnya.
Sementara itu, di MI Al-Azhar Kecamatan Krejengan, tim PMBP melaksanakan pendidikan kebersihan lingkungan.
Program ini menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan sekolah sebagai bagian dari perilaku hidup sehat.
Materi yang diberikan meliputi pengelolaan sampah, kebersihan kelas, penggunaan tempat sampah sesuai jenisnya, serta pembiasaan menjaga lingkungan sekitar. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, praktik membersihkan lingkungan sekolah, hingga permainan edukatif.
Kepala MI Al-Azhar, H. Ulumuddin, S.Pd.I., menyebut program tersebut bermanfaat dalam membangun budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada saat program berlangsung, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan oleh seluruh siswa dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.Selain dua program tersebut, mahasiswa PMBP juga memberikan pelatihan penanganan cedera olahraga kepada siswa. Kegiatan ini diberikan untuk meningkatkan pemahaman dasar siswa mengenai keselamatan saat beraktivitas fisik, terutama ketika mengalami cedera ringan seperti keseleo, memar, kram otot, maupun luka akibat benturan. Pelatihan dilakukan melalui pemaparan materi, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung. Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memahami teori pertolongan pertama, tetapi juga dapat mempraktikkan langkah awal penanganan cedera secara aman. Dosen pembimbing PMBP, Winarno, S.Pd., M.Pd., mengatakan pengetahuan mengenai penanganan cedera olahraga penting dimiliki siswa karena aktivitas fisik di sekolah tetap memiliki risiko. “Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya keselamatan dalam aktivitas olahraga serta memberikan bekal keterampilan dasar yang dapat digunakan ketika menghadapi kondisi darurat ringan di lingkungan sekolah,” jelasnya. Dian Fitri Argarini, S.Pd., M.Pd., dan Wiwik Kusumawati, S.Pd., M.Si., juga menegaskan bahwa program pengabdian masyarakat harus mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah. “Kami berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya. Selama dua bulan pelaksanaan, program PMBP menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghasilkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Integrasi ekstrakurikuler membantu siswa mengembangkan potensi diri, pendidikan kebersihan lingkungan membentuk perilaku hidup sehat, sementara pelatihan penanganan cedera olahraga meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam beraktivitas fisik.(IN)