-->

Notification

×

Berawal dari Tradisi Jaga Makam, Klub Kelap Kelip Asal Racek Tiris Juarai Kejurcab ORADO Kabupaten Probolinggo 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | Juni 21, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-21T14:34:38Z
PROBOLINGGO - Tradisi lokal yang telah berlangsung turun-temurun di Desa Racek, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, mengantarkan dua warganya meraih prestasi membanggakan di tingkat kabupaten. Pasangan Maagi dan Jefry dari Klub Kelap Kelip berhasil menyabet gelar Juara I Kategori Senior pada Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Probolinggo Tahun 2026.

Kejuaraan yang digelar di Villa Kentang, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Sabtu (20/6/2026), tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam hari dan diikuti puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Setelah melewati babak penyisihan hingga partai final yang berlangsung sengit, pasangan asal Kecamatan Tiris itu sukses mengungguli para pesaingnya dan keluar sebagai juara.

Di balik keberhasilan tersebut tersimpan kisah unik yang menarik perhatian peserta maupun panitia. Kemampuan bermain domino yang dimiliki Maagi dan Jefry ternyata lahir dari tradisi masyarakat Desa Racek dalam menjaga makam warga yang baru meninggal dunia.

Di desa tersebut, masyarakat memiliki kebiasaan menjaga makam selama tujuh hari setelah proses pemakaman. Tradisi itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus menjaga makam dari berbagai gangguan yang dipercaya oleh masyarakat setempat.

Selama berjaga dari malam hingga menjelang pagi, para penjaga makam biasanya menghabiskan waktu dengan bermain domino. Aktivitas yang awalnya hanya untuk mengusir kantuk itu lambat laun menjadi sarana latihan yang membentuk kemampuan bermain mereka.

“Kami memang sudah terbiasa bermain domino saat menjaga makam warga yang baru dimakamkan. Biasanya dilakukan selama tujuh malam berturut-turut sampai pagi,” ujar Maagi usai menerima penghargaan.

Menurutnya, kebiasaan tersebut semakin intens dilakukan saat masa pandemi Covid-19. Tingginya angka kematian pada saat itu membuat aktivitas menjaga makam berlangsung hampir setiap hari. Domino menjadi permainan yang selalu dimainkan warga selama berjaga di area pemakaman.

Tanpa disadari, pengalaman bertahun-tahun tersebut mengasah kemampuan mereka dalam membaca strategi permainan, membangun komunikasi antarpasangan, hingga mengambil keputusan cepat dalam situasi pertandingan. Bekal itulah yang akhirnya membawa Maagi dan Jefry melangkah pasti hingga meraih gelar juara pada Kejurcab ORADO Kabupaten Probolinggo 2026.

Atas prestasi tersebut, pasangan dari Klub Kelap Kelip berhak membawa pulang uang pembinaan jutaan rupiah, satu unit meja domino, dan satu set batu domino yang disiapkan panitia sebagai hadiah bagi para juara.

Kejurcab ORADO Kabupaten Probolinggo 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua ORADO Jawa Timur dan dihadiri Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, Kegiatan tersebut menjadi ajang kompetisi domino terbesar yang pernah digelar ORADO Kabupaten Probolinggo sejak organisasi tersebut berdiri.

Ketua Pengurus Cabang ORADO Kabupaten Probolinggo, Muchlis, mengatakan kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet domino di daerah.

Menurutnya, ORADO saat ini tengah berupaya memperluas jaringan organisasi hingga tingkat akar rumput agar olahraga domino semakin dikenal dan diminati masyarakat.

“Harapannya seluruh atlet yang ikut bertanding dapat menjadi duta ORADO di wilayah masing-masing. Kami ingin para peserta ikut mengampanyekan ORADO hingga ke tingkat bawah sehingga olahraga domino semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas,” kata Muchlis.

Ia juga berharap kehadiran ORADO mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi sekaligus mencetak sumber daya pendukung seperti wasit dan perangkat pertandingan yang profesional.

“Dengan semakin banyaknya komunitas dan kompetisi yang digelar, kami berharap bisa mencetak atlet-atlet baru dan juga wasit-wasit baru yang nantinya dapat mendukung perkembangan olahraga domino di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Sementara itu, penutupan kejuaraan sekaligus penyerahan hadiah kepada para juara dilakukan Secara Simbolis oleh Ketua Dewan Pembina ORADO Kabupaten Probolinggo, KH Faiz AHZ. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ORADO tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan silaturahmi antarwarga.

“Semoga ORADO ini bisa menjadi wadah silaturahmi, dimulai dari tingkat cabang, tingkat provinsi, bahkan sampai tingkat nasional,” ujar KH Faiz AHZ.

Pada kesempatan tersebut, KH Faiz AHZ juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Villa Kentang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kejuaraan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemilik Villa Kentang yang telah memfasilitasi kegiatan ORADO ini sehingga bisa berlangsung dengan baik dan sukses,” katanya.

Kejurcab ORADO Kabupaten Probolinggo 2026 tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga menghadirkan cerita inspiratif tentang bagaimana tradisi lokal mampu melahirkan prestasi olahraga. Dari malam - malam panjang menjaga makam di Desa Racek, Maagi dan Jefry kini tercatat sebagai juara domino terbaik Kabupaten Probolinggo tahun 2026, sekaligus menjadi bukti bahwa bakat dan prestasi dapat tumbuh dari aktivitas sederhana yang dijalani dengan ketekunan dan kebersamaan.
×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->