PROBOLINGGO – Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Hamid, menegaskan bahwa soliditas organisasi dan keikhlasan dalam berkhidmat merupakan fondasi utama bagi keberhasilan Nahdlatul Ulama dalam menjalankan program kerja dan memberikan pelayanan kepada umat.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026–2031. Di hadapan jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, badan otonom, dan pengurus MWCNU, ia mengajak seluruh pengurus memperkuat semangat kebersamaan sebagai modal utama membangun organisasi yang semakin kokoh dan berdaya guna.
Menurut KH. Abdul Hamid, keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan lahir dari kekuatan kolektif yang dibangun melalui persatuan, komunikasi yang baik, dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah organisasi.
"Keberhasilan organisasi dibangun melalui kebersamaan. Ketika seluruh pengurus bersatu, saling menguatkan, dan memiliki komitmen yang sama, maka Nahdlatul Ulama akan menjadi organisasi yang semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat," ujarnya.
Ia menilai budaya kebersamaan harus terus dipelihara dalam setiap aktivitas organisasi. Semangat saling mendukung dan bekerja secara kolektif akan menjadi energi utama untuk mewujudkan berbagai program yang telah dirancang.
Sebagai contoh, KH. Abdul Hamid mengangkat pengelolaan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma'arif NU yang membutuhkan kekompakan seluruh unsur kepengurusan. Menurutnya, komunikasi yang intensif, tradisi musyawarah, serta koordinasi yang berkesinambungan menjadi prasyarat penting dalam membangun organisasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Selain memperkuat soliditas, ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dalam menjalankan amanah organisasi. Transparansi, menurutnya, akan memperkuat kepercayaan antarpengurus, mencegah munculnya prasangka maupun kecemburuan, serta menciptakan iklim organisasi yang harmonis.
Setiap persoalan yang muncul di lingkungan organisasi, lanjutnya, hendaknya diselesaikan melalui mekanisme musyawarah dan pengambilan keputusan secara kolektif. Cara tersebut tidak hanya menjaga persatuan, tetapi juga menghasilkan keputusan yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur organisasi.
Menutup arahannya, KH. Abdul Hamid mengajak seluruh pengurus menjadikan keikhlasan sebagai ruh dalam setiap bentuk pengabdian di Nahdlatul Ulama. Ia meyakini bahwa amanah yang dijalankan dengan niat tulus, penuh tanggung jawab, dan sesuai ketentuan organisasi akan mendatangkan keberkahan serta pertolongan Allah SWT.
"Marilah kita mengabdi dengan penuh keikhlasan. Nahdlatul Ulama adalah ladang pengabdian yang penuh keberkahan. Selama amanah dijalankan dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan ikhlas karena Allah SWT, maka Dia akan membukakan jalan terbaik serta melimpahkan keberkahan dalam setiap ikhtiar yang kita lakukan. Oleh karena itu, jangan pernah ragu ataupun khawatir dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama," pungkasnya.
Arahan Rais Syuriyah tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan tata kelola organisasi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama. Soliditas, musyawarah, keterbukaan, dan keikhlasan diharapkan menjadi budaya organisasi yang mengantarkan PCNU Kabupaten Probolinggo semakin mampu menjawab kebutuhan umat dan menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.