Notification

×

Iklan

Iklan

Rubrik Terpopuler

Didik Humaidi Pimpin Mussus PKB Paiton, Kader Diminta Solid Menuju Pemilu Mendatang

Jumat, 21 Agustus 2026 | Agustus 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-21T02:31:50Z
PROBOLINGGO – Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Paiton menggelar Musyawarah Khusus (Mussus) di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPAC serta Dewan Pengurus Ranting (DPRt) PKB se-Kecamatan Paiton. Musyawarah dipimpin oleh Didik Humaidi dan Dewi Azizah, yang turut menyampaikan arahan mengenai pembentukan kepengurusan serta konsolidasi organisasi.
Dalam sambutannya, Dewi Azizah menjelaskan bahwa kehadirannya dalam forum tersebut juga dalam kapasitas mewakili DPW PKB Jawa Timur, mengingat surat keputusan kepengurusan yang baru akan diterbitkan oleh struktur DPW.
“Karena yang akan mengeluarkan SK adalah DPW PKB Jawa Timur, maka kehadiran kami di sini juga untuk mewakili DPW dalam proses konsolidasi dan penataan kepengurusan,” ujar Dewi.
Sementara itu, Didik Humaidi menilai pola Musyawarah Khusus kali ini berbeda dengan mekanisme yang berlangsung pada masa sebelumnya. Menurut dia, proses penentuan kepengurusan saat ini dinilai lebih terstruktur dan mampu menekan potensi konflik internal.
Ia mengungkapkan, pada periode-periode sebelumnya, proses menentukan Ketua DPAC kerap diwarnai perdebatan antarkader. Kondisi itu, menurutnya, berbeda dengan mekanisme saat ini yang telah menentukan kepengurusan melalui proses organisasi yang lebih terarah.
“Dulu, untuk menentukan siapa Ketua DPAC saja terkadang harus berdebat dulu. Sekarang sudah ditentukan melalui mekanisme yang ada. Saya rasa ini lebih baik karena bisa menghindari perselisihan antarkader,” kata Didik.
Didik juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi internal PKB Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, soliditas partai dalam beberapa waktu terakhir semakin menguat.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan kepemimpinan DPC PKB Kabupaten Probolinggo saat ini yang dipimpin Fahmi Abdul Haq Zaini atau Ra Fahmi.
Menurut Didik, komunikasi antarkader kini berjalan lebih cair, sementara potensi perbedaan internal dapat dikelola melalui semangat kebersamaan.
“Sejak DPC PKB Kabupaten Probolinggo dipimpin Ra Fahmi, kami merasakan suasana semakin guyub dan solid. Kader bisa bekerja sama dan mempersiapkan langkah politik ke depan secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, soliditas internal menjadi modal penting bagi partai dalam menghadapi agenda politik mendatang. Namun, menurutnya, kekuatan organisasi tidak cukup hanya dibangun melalui struktur formal, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang aktif antara DPAC, pengurus ranting, kader, dan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Didik berharap seluruh jajaran DPAC dan DPRt PKB Kecamatan Paiton dapat menjaga komunikasi dengan dirinya maupun struktur partai lainnya.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan mempermudah koordinasi organisasi sekaligus menjadi sarana dalam menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat desa.
Didik juga menyampaikan target politik PKB di wilayah Paiton pada pemilu mendatang. Ia menyebut target tiga kursi sebagai sasaran yang dinilai realistis apabila seluruh struktur dan kader mampu bekerja secara konsisten dan kolektif.
“Paiton ini targetnya tiga kursi untuk PKB. Saya rasa itu sangat mungkin kalau kita sama-sama bekerja keras untuk mewujudkannya,” kata Didik.
Pernyataan tersebut merupakan target internal yang disampaikan dalam forum konsolidasi partai dan belum merupakan hasil elektoral.
Setelah rangkaian musyawarah dan pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan komitmen bersama seluruh jajaran pengurus. Agenda kemudian diteruskan dengan penyerahan Surat Keputusan kepengurusan DPAC dan DPRt, sebagai bagian dari penataan organisasi di Kecamatan Paiton.
Rangkaian Mussus ditutup dengan menyanyikan Himne PKB secara bersama-sama oleh para peserta.
Melalui Musyawarah Khusus tersebut, PKB Kecamatan Paiton berupaya memperkuat konsolidasi organisasi dari tingkat kecamatan hingga ranting. Selain menata kepengurusan, forum juga menjadi ruang untuk menyatukan langkah politik, memperkuat komunikasi internal, serta mempersiapkan strategi organisasi menghadapi agenda politik mendatang.

×
Berita Terbaru Update