PROBOLINGGO, Portal Probolinggo- Karnaval Pawai Budaya dalam rangka PHBN Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (28/8/2026), berlangsung sejak pukul 14.30 WIB hingga menembus dini hari dan belum seluruhnya selesai.
Kegiatan yang dibuka Bupati Probolinggo dr. H. Muhammad Haris, M.Kes., itu diikuti 25 regu dari tujuh desa. Ribuan warga memadati sejumlah titik di sepanjang rute untuk menyaksikan penampilan peserta.
Dalam sambutannya, Gus Haris menyebut karnaval sebagai ruang kebersamaan sekaligus ekspresi keberagaman budaya masyarakat.
“Karnaval Pawai Budaya ini adalah bentuk kebersamaan, bentuk kekompakan, sekaligus menunjukkan bermacam-macam budaya yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta menghormati pengguna jalan.
Di tengah tingginya antusiasme warga, arus lalu lintas di sejumlah titik sempat mengalami kemacetan dan situasi kurang kondusif. Pemerintah kecamatan bersama unsur keamanan kemudian melakukan penanganan di lapangan.
Camat Wonomerto mengatakan pengamanan telah melibatkan Banser, kepolisian, Koramil, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat.
“Kita sudah berupaya mengantisipasi kemacetan, tetapi masyarakat dan pedagang kaki lima yang parkir di pinggir jalan juga menjadi salah satu penyebab kepadatan,” ujarnya.
Menurutnya, tim pengamanan terus melakukan koordinasi dan penertiban. Setelah mendapat imbauan, masyarakat mulai memberikan ruang bagi pengguna jalan sehingga arus lalu lintas berangsur lancar.
“Kita sudah berupaya dan membangun komitmen bersama tim keamanan di seluruh elemen, termasuk unsur masyarakat dan unsur pemuda yang kita libatkan,” katanya.
Selain menjadi hiburan dan ruang ekspresi budaya, karnaval juga dimanfaatkan pedagang dan pelaku UMKM untuk berjualan di sepanjang jalur.
Ketua Pelaksana PHBN Kecamatan Wonomerto, Fathurrozi Amien, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, peserta, unsur keamanan, tokoh masyarakat, dan warga yang mendukung seluruh rangkaian kegiatan.
Meski berlangsung hingga dini hari dan sempat diwarnai kemacetan, jalannya karnaval tetap berlanjut dengan pengamanan serta penertiban yang dilakukan bersama.