JAKARTA, Portal Probolinggo- Masyarakat dapat mengecek status kepesertaan bantuan sosial (bansos) sekaligus mengetahui informasi terkait data kesejahteraan keluarga melalui sejumlah kanal resmi pemerintah.
Pengecekan tersebut penting dilakukan untuk memastikan data keluarga tercatat sesuai kondisi sebenarnya, sekaligus mengetahui informasi kepesertaan dalam program perlindungan sosial.
Dalam pendataan kesejahteraan sosial, rumah tangga dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraannya dalam desil. Secara umum, desil membagi rumah tangga ke dalam 10 kelompok, mulai dari tingkat kesejahteraan terendah hingga tertinggi.
Kelompok desil bawah menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan sasaran berbagai program perlindungan sosial. Meski demikian, posisi desil tidak secara otomatis menjamin seseorang menjadi penerima bansos.
Setiap program memiliki persyaratan, mekanisme verifikasi, kuota, serta kriteria penerima masing-masing. Sejumlah program yang menggunakan data kesejahteraan masyarakat antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, dan bantuan pendidikan.
Cara Cek Desil dan Status Bansos
Masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui beberapa jalur yang tersedia.
1. Melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos
Pengecekan dapat dilakukan melalui laman resmi Kementerian Sosial di cekbansos.kemensos.go.id.
Pengguna dapat memilih wilayah tempat tinggal, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa atau kelurahan. Setelah itu, masukkan nama penerima manfaat sesuai identitas dan ikuti petunjuk pencarian yang tersedia.
Hasil pencarian dapat digunakan untuk mengetahui informasi kepesertaan bantuan sosial yang tercatat dalam sistem.
2. Menggunakan Aplikasi Cek Bansos
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui Aplikasi Cek Bansos resmi Kementerian Sosial yang tersedia untuk perangkat seluler.
Pengguna perlu membuat akun dengan memasukkan data identitas yang dipersyaratkan, termasuk NIK dan dokumen pendukung sesuai ketentuan aplikasi. Setelah proses verifikasi selesai, masyarakat dapat memanfaatkan fitur yang tersedia untuk melihat informasi terkait bansos dan profil kepesertaan.
Masyarakat perlu memastikan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi resmi Kementerian Sosial untuk menghindari aplikasi palsu dan potensi penyalahgunaan data pribadi.
3. Mendatangi Pemerintah Desa atau Kelurahan
Bagi masyarakat yang mengalami kendala melakukan pengecekan secara daring, konfirmasi data dapat dilakukan dengan mendatangi pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Warga dapat membawa dokumen kependudukan yang diperlukan dan meminta bantuan petugas yang menangani pendataan kesejahteraan sosial. Petugas dapat membantu mengecek informasi sekaligus menjelaskan mekanisme pembaruan data sesuai sistem yang berlaku.
Belum Terdata Sesuai Kondisi Ekonomi, Apa yang Bisa Dilakukan?
Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tergolong tidak mampu, tetapi data yang tercatat belum sesuai dengan kondisi sebenarnya, dapat mengajukan pembaruan atau usulan data melalui mekanisme resmi pemerintah.
Salah satu jalurnya melalui fitur Usul dan Sanggah pada Aplikasi Cek Bansos. Warga juga dapat menyampaikan kondisi keluarganya kepada pemerintah desa atau kelurahan untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme pendataan dan musyawarah di tingkat setempat sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam proses tersebut, masyarakat disarankan menyiapkan dokumen kependudukan yang valid dan menyampaikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
Pembaruan data menjadi penting karena kondisi sosial dan ekonomi sebuah keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu.
Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Bansos
Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan program atau penyaluran bansos.
Jangan memberikan NIK, foto KTP, kode OTP, PIN, kata sandi, maupun informasi rekening kepada pihak yang identitas dan kewenangannya tidak dapat dipastikan.
Informasi mengenai bansos sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi pemerintah atau dikonfirmasi langsung kepada instansi terkait.
Pengecekan secara berkala dapat membantu masyarakat mengetahui status data kesejahteraan dan kepesertaan program sosial. Namun, hasil pengecekan tetap perlu dipahami sebagai bagian dari proses pendataan dan penetapan penerima sesuai ketentuan masing-masing program.
Dengan memastikan data tercatat secara benar dan mengikuti mekanisme resmi, masyarakat dapat mengetahui informasi bansos secara lebih aman sekaligus mengurangi risiko menjadi korban penipuan.