PROBOLINGGO, PortalProbolinggo.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ahmad Dahlan Probolinggo turut mengambil peran dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan deteksi dini tuberkulosis (TBC) di Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberculosis yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Balai Desa Ambulu, Sabtu (29/8/2026), mahasiswa KKN membantu pelaksanaan pelayanan bagi masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan Puskesmas Sumberasih.
Sebanyak 200 warga menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa KKN membantu mengarahkan masyarakat, mendampingi peserta mengikuti tahapan pemeriksaan, hingga membantu warga lanjut usia dan peserta yang membutuhkan pendampingan selama pelayanan berlangsung.
Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengabdian selama menjalankan KKN di Desa Ambulu sekaligus bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan yang dilaksanakan Puskesmas Sumberasih.
Koordinator Program TBC Puskesmas Sumberasih, Nur Imamah, S.Kep., Ns., mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk menemukan kasus TBC lebih awal sehingga masyarakat yang membutuhkan pencegahan maupun pengobatan dapat segera mendapatkan penanganan.
“Ditemukan sejak dini. Yang tidak sakit mendapatkan pencegahan TBC atau yang sudah bergejala ditemukan langsung untuk diobati,” kata Nur Imamah.
Skrining tidak hanya menyasar masyarakat yang telah mengalami gejala TBC. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kelompok yang memiliki faktor risiko, seperti kontak serumah dengan pasien TBC, penderita diabetes melitus, perokok, serta balita dengan kondisi gizi kurang.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar lengan, pemeriksaan gula darah hingga skrining TBC menggunakan portable X-ray.
Peserta yang menunjukkan gejala mengarah pada TBC juga dapat menjalani pemeriksaan dahak sebagai bagian dari proses penemuan kasus dan penentuan tindak lanjut pelayanan kesehatan.
Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, sebanyak 71 orang tercatat menjalani pemeriksaan dahak. Sebanyak 11 orang mendapatkan pencegahan TBC dan 10 orang mendapatkan pengobatan TBC.
Selain pemeriksaan terhadap masyarakat dewasa, empat balita juga dirujuk ke Puskesmas Sumberasih untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan tuberkulin.
Di tengah tingginya jumlah peserta, mahasiswa KKN Institut Ahmad Dahlan Probolinggo turut membantu memastikan alur pelayanan berjalan tertib. Mereka mendampingi warga dari satu tahapan pemeriksaan ke tahapan berikutnya serta membantu peserta yang mengalami kesulitan mobilitas.
Salah satu bentuk pendampingan dilakukan kepada warga lanjut usia yang menggunakan kursi roda selama mengikuti pelayanan. Kehadiran mahasiswa membantu masyarakat memperoleh arahan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan tenaga kesehatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan kemasyarakatan, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit di tingkat desa.
Nur Imamah mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
“Kalau sudah ada gejala TBC yang dirasakan, segera diperiksakan. Karena kalau tidak, korbannya adalah orang sekitar,” ujarnya.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, demam berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas, penurunan berat badan, pembengkakan kelenjar getah bening, keringat malam tanpa aktivitas serta menurunnya nafsu makan.
Pada anak, berat badan yang tidak mengalami peningkatan selama dua hingga tiga bulan juga perlu mendapatkan perhatian, terutama apabila disertai gejala lain yang mengarah pada TBC.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Institut Ahmad Dahlan Probolinggo tidak hanya menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat, tetapi juga ikut mendukung upaya Puskesmas Sumberasih memperluas jangkauan deteksi dini TBC di Desa Ambulu.
Puskesmas berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan sejak dini. Keluarga yang memiliki anggota dengan TBC juga didorong untuk melakukan pemeriksaan sehingga pencegahan maupun pengobatan dapat diberikan sesuai kebutuhan.(In)