| Penyaluran bantuan air bersih menggunakan mobil tangki PDAM kepada warga Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Senin (12/10/2026) |
PROBOLINGGO, PortalProbolinggo.com - Persoalan kesulitan air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Bantuan air menggunakan mobil tangki dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, namun tidak boleh menjadi satu-satunya langkah dalam mengatasi persoalan tersebut.
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Muad, mendorong agar penanganan kesulitan air bersih tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga diarahkan pada penyelesaian persoalan secara menyeluruh.
Hal itu disampaikan menyusul penyaluran bantuan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kepada masyarakat di wilayah Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Senin (12/10/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan setelah Muad berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sejumlah warga terlihat mendatangi mobil tangki dengan membawa jeriken, ember, dan drum untuk menampung air yang disalurkan.
Muad menilai, bantuan tersebut merupakan langkah penanganan sementara yang diperlukan untuk meringankan beban masyarakat. Namun, menurutnya, persoalan kekurangan air harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terus berulang pada masa mendatang.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah, DPRD, PDAM, serta seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab bersama untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan.
Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Pemenuhan Hak Masyarakat
Menurut Muad, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan dasar yang layak, termasuk ketersediaan air bersih yang memadai bagi kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penanganan persoalan air bersih tidak semestinya hanya dilakukan ketika masyarakat mengalami kesulitan atau saat kondisi kekeringan semakin parah.
Diperlukan langkah antisipasi melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, evaluasi jaringan distribusi air, serta kajian pengembangan sumber dan infrastruktur air bersih sesuai kebutuhan masyarakat.
Muad juga mengingatkan agar kegiatan penyaluran bantuan tidak berhenti pada dokumentasi maupun publikasi semata, tetapi harus menghasilkan tindak lanjut yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baginya, persoalan air bersih bukan sekadar momentum untuk menunjukkan kepedulian, melainkan persoalan pelayanan dasar yang harus ditangani secara serius.
Dorong Koordinasi dan Solusi Jangka Panjang
Sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Muad menyatakan akan terus mendorong koordinasi dengan PDAM dan instansi terkait guna mencari langkah penyelesaian persoalan air bersih.
Koordinasi tersebut diharapkan tidak hanya memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi penyebab kesulitan air yang dialami masyarakat.
Langkah penanganan jangka panjang dapat mencakup kajian ketersediaan sumber air, peningkatan infrastruktur, perluasan jaringan pelayanan, serta penguatan sistem distribusi di wilayah yang membutuhkan.
Selain itu, evaluasi dan pemantauan secara berkala diperlukan agar program penanganan air bersih benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi warga.
Persoalan kekeringan, menurut Muad, perlu ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata persoalan masyarakat yang terdampak.
Dengan demikian, upaya penanganan diharapkan tidak berhenti setelah bantuan disalurkan, melainkan berlanjut hingga masyarakat memperoleh akses air bersih yang lebih baik dan berkelanjutan.
Masyarakat Berhak Mendapatkan Pelayanan Lebih Baik
Penanganan kesulitan air bersih juga perlu mengedepankan prinsip pemenuhan hak masyarakat atas pelayanan dasar.
Warga diharapkan tidak terus-menerus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau, terlebih jika langkah pencegahan dan pembangunan infrastruktur dapat direncanakan sejak dini.
Bantuan air bersih melalui mobil tangki tetap menjadi langkah penting dalam kondisi mendesak. Namun, keberhasilan penanganan persoalan ini pada akhirnya perlu diukur dari semakin mudahnya masyarakat memperoleh air bersih secara layak dan berkelanjutan.
Melalui koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, PDAM, dan pihak terkait, Muad berharap persoalan kesulitan air bersih dapat ditangani secara bertahap dengan program yang terukur.
Tujuan akhirnya bukan sekadar memastikan bantuan tiba di lokasi, melainkan mewujudkan kondisi ketika masyarakat tidak lagi harus menunggu kedatangan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.