-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Siswa SD di Pemalang Meninggal Usai Diduga Dibully Kakak Kelas, Warga Geruduk Sekolah

Selasa, 06 Oktober 2026 | Oktober 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-05T17:13:53Z
PEMALANG, Portalprobolinggo.id - Kasus meninggalnya seorang siswa kelas II SD Negeri 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tengah menjadi perhatian setelah muncul dugaan korban mengalami kekerasan oleh kakak kelasnya.
Siswa berinisial MHAQ (7) tersebut meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026). Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan di RSUD dr Azhari Pemalang selama sembilan hari.
Dugaan kekerasan mulai diketahui keluarga ketika korban menjalani pemeriksaan medis. Menurut keterangan ibu korban, Diah Indriyanti, anaknya sebelumnya hanya mengeluhkan sakit pada bagian perut dan tidak langsung menceritakan apa yang dialaminya di sekolah.
Saat menjalani pemeriksaan, korban kemudian disebut mengaku mengalami kekerasan. Keluarga mendapat cerita bahwa korban diduga dipukul dan ditendang oleh sejumlah kakak kelas.
Ayah korban, Nurwandi, mengatakan anaknya bahkan sempat menunjuk sejumlah siswa yang disebut terlibat ketika diperlihatkan foto.
Menurut keterangan keluarga, terdapat tiga siswa yang diduga terlibat, masing-masing dua siswa kelas V dan satu siswa kelas VI. Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum menjadi kesimpulan penyidikan kepolisian.
Setelah menjalani perawatan selama sembilan hari, korban sempat diperbolehkan pulang. Kondisinya kemudian kembali memburuk hingga keluarga berencana membawanya ke rumah sakit.
Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit pada 30 September 2026.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian sekaligus penyebab kematian korban. Tim Biddokkes Polda Jawa Tengah juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah dengan persetujuan keluarga.
Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar mengatakan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kasus tersebut.
Polisi juga menegaskan bahwa dugaan kekerasan belum dapat langsung dikaitkan sebagai penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan saksi dan forensik masih menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Sementara itu, pihak sekolah menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian. Kepala SDN 1 Kebondalem, Erning Rustini, sebelumnya menyatakan pihak sekolah tidak memberikan banyak keterangan dan menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum.
Perkembangan kasus ini kemudian mendapat perhatian masyarakat. Pada Senin (5/10/2026), ratusan warga dan orang tua siswa mendatangi SDN 1 Kebondalem untuk meminta agar dugaan perundungan tersebut diusut secara tuntas.
Mereka juga menyampaikan kekhawatiran terkait keamanan siswa di lingkungan sekolah serta meminta adanya langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pelaksana Tugas Bupati Pemalang, Nurkholes, turut menemui perwakilan warga dan orang tua siswa. Pemerintah daerah menyatakan tidak menoleransi tindakan perundungan maupun kekerasan di lingkungan pendidikan.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman. Masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait identitas anak yang diduga terlibat.
Kasus ini juga menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan anak di Sekolah pendidikan. Kepastian mengenai penyebab kematian korban serta ada atau tidaknya tindak kekerasan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
×
Berita Terbaru Update