
KOTA ANYAR - Hujan deras yang mengguyur Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (21/1/2026), menyebabkan jembatan penghubung di Dusun Poreng putus. Peristiwa tersebut berdampak serius terhadap mobilitas warga karena jembatan merupakan akses utama yang menghubungkan permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi dan layanan publik.
Menindaklanjuti kejadian itu, Kamis (22/1/2026), Fahmi AHZ bersama Sekretaris Daerah dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Probolinggo meninjau langsung lokasi jembatan ambruk. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus menyiapkan langkah penanganan cepat dan terukur.
Di lokasi kejadian, Fahmi AHZ menegaskan bahwa pembangunan jembatan baru merupakan kebutuhan mendesak mengingat besarnya dampak sosial yang ditimbulkan.
“Setelah kita melihat langsung kondisi di Desa Sidomulyo, Dusun Poreng, memang sudah sangat dibutuhkan pembangunan jembatan baru. Ada sekitar kurang lebih 400 warga yang terdampak. Jembatan ini adalah akses utama masyarakat dan saat ini sudah tidak tersedia jalur alternatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fahmi AHZ menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah menginstruksikan percepatan penanganan melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
“Dari Pak Kepala Dinas PUPR, insyaallah pada hari Senin akan dilaksanakan rapat darurat untuk menyegerakan penanganan melalui skema PTT. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki cahyo saputra menjelaskan bahwa perbaikan dan pembangunan jembatan akan dilakukan dengan penyesuaian teknis terhadap karakter banjir yang terjadi.
“Secara teknis, ketinggian jembatan akan kita naikkan karena luapan air banjir kemarin melampaui kapasitas sebelumnya. Selain itu, penguatan pada sayap jembatan juga akan dilakukan agar lebih aman dan mampu menahan debit air yang tinggi,” jelasnya.
Hengki menargetkan pekerjaan perbaikan dapat dimulai dalam waktu dekat.
“Harapannya, dalam satu hingga dua minggu ke depan perbaikan sudah bisa dilaksanakan,” imbuhnya.
Terkait upaya pencegahan di wilayah lain, Hengky menegaskan bahwa normalisasi sungai tetap menjadi program berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
“Normalisasi sungai kami laksanakan secara kontinu dengan bekerja sama bersama Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Program ini rutin dilakukan setiap tahun dengan dukungan dari pemerintah provinsi,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seraya memastikan bahwa pemulihan akses warga dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pascakejadian tersebut.(ma/ko)