-->

Notification

×

Pemkab Probolinggo Lakukan Normalisasi Sungai sebagai Upaya Penanganan Banjir di Krejengan

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-22T11:57:51Z

KREJENGAN- Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengambil langkah konkret dalam upaya penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Kecamatan Krejengan. Kamis (22/1/2026), Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama Sekretaris Daerah dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung ke Dusun Sumberbanger, Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, untuk melakukan peninjauan lapangan.

Peninjauan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan bersama warga pemilik lahan di sekitar Kali Afur Banger. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah dan masyarakat menyepakati rencana normalisasi sungai sebagai langkah awal penanganan banjir, termasuk penataan sempadan sungai agar aliran air dapat kembali berfungsi secara optimal.

Berdasarkan hasil asesmen lapangan, banjir yang terjadi di wilayah Krejengan disebabkan oleh pendangkalan alur sungai akibat sedimentasi yang cukup tinggi. Kondisi tersebut diperparah oleh keberadaan bangunan serta tanaman di sempadan sungai yang menghambat aliran air, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Wakil Bupati Fahmi AHZ menegaskan bahwa normalisasi sungai menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mengurangi risiko banjir yang telah berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, langkah ini dipilih sebagai solusi paling cepat dan realistis berdasarkan kondisi lapangan dan hasil diskusi dengan masyarakat.

Dalam prosesnya, Fahmi mengakui sempat muncul keberatan dari sebagian warga, khususnya terkait rencana penebangan pohon dan penataan sempadan sungai. Namun setelah dilakukan sosialisasi mengenai ketentuan dan fungsi sempadan sungai, masyarakat akhirnya dapat memahami dan menerima kebijakan tersebut.

Dengan adanya kesepakatan antara pemerintah daerah dan warga, Pemkab Probolinggo memastikan bahwa proses normalisasi sungai akan segera dilaksanakan. Penataan alur sungai dan sempadan ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menekan potensi banjir di Kecamatan Krejengan.

Selain fokus pada penanganan infrastruktur, pemerintah daerah juga memastikan kondisi kesehatan warga terdampak banjir tetap terpantau. Kepala Puskesmas Krejengan, Nurul Avif Dwi Sukmana, menyampaikan bahwa tim kesehatan telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan langsung kepada warga, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil.

Hingga saat ini, pihak Puskesmas memastikan tidak ditemukan kondisi kedaruratan kesehatan akibat banjir di wilayah tersebut. Seluruh keluhan kesehatan warga masih dapat ditangani dengan baik melalui layanan yang tersedia.

Langkah normalisasi sungai ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam melakukan penanganan banjir secara berkelanjutan, dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sebagai kunci utama mitigasi bencana di daerah rawan banjir.(ma/ko)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->