KRAKSAAN, PortalProbolinggo.com -Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo resmi menjaring empat kandidat calon Ketua DPC untuk periode 2026–2030 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada Sabtu (28/3/2026). Keempat kandidat tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) sebagai bagian dari proses seleksi berjenjang yang ditetapkan partai.
Muscab yang berlangsung di Auditorium Pondok Pesantren Al Mashduqiyah, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan itu dihadiri oleh jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB se-Kabupaten Probolinggo serta sejumlah undangan. Forum dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan berlangsung dalam suasana dinamis, mencerminkan tingginya antusiasme kader dalam menentukan arah kepemimpinan partai.
Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, menegaskan bahwa mekanisme Muscab kali ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Jika sebelumnya forum langsung menetapkan ketua terpilih, kini proses difokuskan pada penjaringan kader potensial sebagai calon ketua yang akan diseleksi lebih lanjut.
“Alhamdulillah Musyawarah Cabang hari ini berjalan dengan baik. Berbeda dari sebelumnya, kali ini kita tidak langsung menetapkan ketua, tetapi menjaring kader-kader potensial untuk diusulkan sebagai calon Ketua DPC ke depan,” ujar Fahmi.
Ia menjelaskan, empat nama yang telah dikantongi dari hasil penjaringan akan mengikuti UKK tahap pertama yang direncanakan digelar di Malang, bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang. Selanjutnya, para kandidat akan menjalani UKK tahap kedua oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB sebelum penetapan akhir dilakukan.
“Nanti akan ada beberapa tahapan. UKK tahap pertama rencananya dilaksanakan di Malang bersama Universitas Negeri Malang, kemudian dilanjutkan UKK tahap kedua oleh DPP, baru setelah itu ada penetapan ketua DPC,” jelasnya.
Meski demikian, jadwal pelaksanaan tahapan lanjutan tersebut masih menunggu arahan resmi dari DPP PKB. Fahmi memastikan seluruh rangkaian Muscab di wilayah Jawa Timur ditargetkan rampung sebelum pemberangkatan jemaah haji, sehingga proses kaderisasi dapat berjalan optimal dan tepat waktu.
“Yang pasti, seluruh proses ini diharapkan selesai sebelum pemberangkatan haji, agar kader-kader potensial bisa mengikuti seluruh tahapan dan masuk dalam nominasi calon ketua,” imbuhnya.
Selain agenda penjaringan kepemimpinan, Muscab juga menjadi momentum konsolidasi politik partai. PKB Kabupaten Probolinggo menargetkan capaian ambisius pada Pemilu mendatang, yakni meraih hingga 15 kursi di DPRD Kabupaten Probolinggo.
“Dari kader-kader, targetnya 15 kursi. Tidak apa-apa memiliki mimpi besar, karena itu menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk bergerak maksimal,” tegas Fahmi.
Ia mengakui, pada Pemilu sebelumnya PKB telah unggul dalam perolehan suara, namun belum sepenuhnya optimal dalam konversi menjadi kursi legislatif. Oleh karena itu, strategi ke depan akan difokuskan pada penguatan basis suara sekaligus efektivitas distribusi suara menjadi kursi.
“Alhamdulillah secara suara kita sudah unggul, tetapi kursi masih belum maksimal. Ke depan, kita ingin benar-benar menjadi pemenang di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Terkait peluang mengusung calon bupati dari internal partai, Fahmi menyatakan hal tersebut masih terlalu dini untuk dibahas. Ia menekankan bahwa fokus utama PKB saat ini adalah memenangkan kontestasi di tingkat kabupaten, sembari mencermati dinamika politik yang terus berkembang.
“Untuk soal bupati masih terlalu jauh. Kita fokus menang dulu di kabupaten. Dinamika politik juga masih berjalan, apakah nanti pemilihan langsung atau melalui DPRD, semuanya masih sangat fleksibel,” pungkasnya.(IN)