PROBOLINGGO - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Mahdi yang akrab disapa Habib Mahdi atau Kang Mahdi, menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Penguatan Literasi dan Akses Perbankan untuk Mendorong Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Desa” di Hotel Kampoeng Kita, Desa Condong Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari sektor perbankan, termasuk perwakilan dari Bank BPR Jatim, serta diikuti sekitar 125 peserta yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Habib Mahdi menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara optimal berbagai layanan dan fasilitas yang disediakan oleh lembaga keuangan formal.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan layanan perbankan dapat membantu masyarakat desa mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong masyarakat desa agar semakin memahami pentingnya literasi keuangan, termasuk bagaimana memanfaatkan layanan perbankan secara bijak untuk mendukung aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan UMKM,” ujar Habib Mahdi.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memperluas akses perbankan di wilayah pedesaan agar masyarakat memiliki alternatif pembiayaan yang aman dan legal. Menurutnya, akses terhadap lembaga keuangan formal dapat membantu masyarakat terhindar dari praktik pinjaman ilegal atau rentenir yang kerap merugikan masyarakat kecil.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Bank BPR Jatim turut memaparkan berbagai program dan layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan masyarakat desa, mulai dari produk tabungan, pembiayaan usaha mikro, hingga program edukasi keuangan yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan di daerah.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi terkait akses permodalan dan layanan keuangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat desa semakin memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan serta mampu memanfaatkan fasilitas perbankan sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.(IN)