Kraksaan - Kapolres Probolinggo AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung melakukan monitoring harga barang kebutuhan pokok dan barang penting di Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (14/3/2026) pagi. Kehadiran Kapolres dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian bersama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan monitoring yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 08.46 WIB itu dilaksanakan bersama sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait. Turut hadir Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo M. Saiful Efendi, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wijayanto, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Pertanian Arif Kurniadi, S.P., M.M., serta Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti.

Selain itu, monitoring juga diikuti unsur TNI dan instansi teknis lainnya, di antaranya Danramil 0820/12 Kraksaan Kapten Inf Asto Nuswantoro Aji yang mewakili Dandim 0820 Probolinggo, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana, Kepala Gudang Bulog Klaseman Herman Felani, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama tim melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lapak pedagang untuk melihat perkembangan harga komoditas kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan pasokan di pasar tradisional terbesar di wilayah Kraksaan tersebut.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan monitoring pasar merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pengawasan langsung di pasar untuk memastikan harga tetap stabil, stok bahan pokok tersedia, serta mencegah praktik penimbunan atau permainan harga yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan pasar juga merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap melalui kegiatan monitoring tersebut, distribusi bahan pokok dapat berjalan lancar, harga tetap terkendali, serta daya beli masyarakat tetap terjaga.
Monitoring harga kebutuhan pokok di pasar tradisional sendiri merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang secara rutin dilakukan oleh pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), guna menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat lokal.(ma/ko)