-->

Notification

×

Mas Azam Sampaikan Amanat Ketua DPW PKB Jatim pada Sarasehan Politik Probolinggo Raya

Minggu, 08 Maret 2026 | Maret 08, 2026 WIB | Last Updated 2026-03-08T13:19:14Z

PROBOLINGGO - Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB, Multazamudz Dzikri atau yang akrab disapa Mas Azam, menyampaikan amanat Ketua DPW PKB Jawa Timur dalam kegiatan Sarasehan Politik se-Probolinggo Raya yang digelar di Hotel Paseban Sena, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Barisan, Melipatgandakan Kemenangan” tersebut menjadi forum konsolidasi politik kader PKB dari wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo. Dalam kegiatan itu, Mas Azam hadir mewakili Ketua DPW PKB Jawa Timur, A. Halim Iskandar.

Dalam sambutannya, Mas Azam menegaskan bahwa momentum politik saat ini berada dalam fase penting, terlebih setelah Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua. Menurutnya, fase tersebut harus dimaknai sebagai momentum penguatan peran politik kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa PKB tidak boleh terjebak dalam perdebatan identitas politik semata, melainkan harus fokus menjalankan mandat kelahirannya sebagai partai yang melayani masyarakat luas dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

“PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Karena itu tugas utama kita adalah mengabdi kepada masyarakat, menghadirkan solusi atas persoalan rakyat, serta memperjuangkan kesejahteraan sebanyak mungkin warga negara Indonesia,” ujar Mas Azam dalam sambutannya.

Mas Azam juga menyinggung dinamika demokrasi kontemporer yang dihadapi Indonesia, mulai dari fenomena post-truth politics, normalisasi politik uang, hingga polarisasi politik yang semakin tajam. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut partai politik untuk bertransformasi dari sekadar mesin pemenangan pemilu menjadi institusi pelayanan politik yang berkelanjutan bagi masyarakat.  

Selain itu, perubahan struktur demografi pemilih juga menjadi tantangan tersendiri bagi partai politik. Ia menyebut bahwa lebih dari 60 persen pemilih saat ini berasal dari generasi milenial, Generasi Z, hingga Generasi Alpha. Oleh karena itu, PKB harus mampu menyesuaikan pendekatan politik yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan aspirasi generasi muda.  

Dalam konteks pembangunan daerah, Mas Azam menilai Jawa Timur masih menghadapi berbagai persoalan strategis seperti ketimpangan pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, persoalan lingkungan, tata kelola pemerintahan, hingga pembangunan sumber daya manusia. Namun demikian, ia optimistis bahwa dengan basis sosial yang kuat terutama pesantren PKB mampu mengambil peran penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.  

Ia juga menyinggung capaian PKB pada Pemilu 2024 di Jawa Timur yang berhasil meraih lebih dari 4,5 juta suara dan menempatkan 27 kader di DPRD Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, dukungan besar dari masyarakat tersebut harus dijawab dengan kerja politik yang nyata dan bermanfaat bagi rakyat.  

Lebih lanjut, Mas Azam menyampaikan arah perjuangan PKB sebagaimana digariskan oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa PKB harus semakin meningkatkan khidmat kepada masyarakat, tidak hanya dekat dengan warga, tetapi hadir di tengah-tengah mereka untuk mencari solusi atas berbagai persoalan kehidupan.

Selain itu, PKB juga harus memperluas perjuangan agar tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan warga Nahdlatul Ulama, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. PKB, lanjutnya, harus menjadi partai yang tidak hanya fokus pada kemenangan politik jangka pendek, tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam membangun masa depan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Azam juga memaparkan visi PKB Jawa Timur masa bakti 2026–2031, yakni “Melipatgandakan Kemenangan Berkelanjutan yang Berkemanfaatan.” Visi tersebut menekankan bahwa kemenangan politik harus selalu diiringi dengan kemanfaatan nyata bagi masyarakat melalui tata kelola kekuasaan yang amanah dan berpihak kepada rakyat.  

Ia menambahkan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan soliditas organisasi, penguatan kaderisasi, serta sinergi antara seluruh struktur partai dari tingkat DPW hingga ranting.

“Kemenangan tidak datang dengan sendirinya. Kemenangan hanya bisa diraih melalui kerja keras, soliditas kader, serta komitmen untuk selalu berada di tengah rakyat,” tegas Mas Azam.

Sarasehan Politik se-Probolinggo Raya ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi kader PKB sekaligus ruang dialog politik untuk memperkuat strategi perjuangan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Di akhir sambutannya, Mas Azam mengajak seluruh kader PKB untuk terus menjaga komitmen perjuangan politik yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat serta memperkuat persatuan bangsa.

“PKB harus hadir bukan hanya sebagai partai pemenang pemilu, tetapi sebagai partai yang memberikan solusi bagi persoalan rakyat dan masa depan bangsa,” pungkasnya.(IN)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->