
PROBOLINGGO – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menggelar Sarasehan Politik se-Probolinggo Raya di Hotel Paseban Sena, Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Satu Barisan, Melipatgandakan Kemenangan” tersebut menjadi forum konsolidasi politik kader sekaligus penguatan organisasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB.

Sarasehan politik ini dihadiri oleh jajaran pengurus wilayah, pengurus cabang, pengurus anak cabang (PAC), kader, serta simpatisan partai dari wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo. Kehadiran para pengurus lintas tingkatan tersebut menunjukkan upaya PKB untuk memperkuat komunikasi organisasi dan menyatukan langkah politik di tengah dinamika politik nasional maupun daerah yang terus berkembang.
Forum sarasehan dipandang sebagai ruang strategis untuk menyamakan visi, memperkuat soliditas kader, sekaligus mempersiapkan organisasi partai menghadapi agenda politik ke depan, termasuk pelaksanaan Musyawarah Cabang yang akan digelar dalam waktu dekat.
Sekretaris DPW PKB Jawa Timur yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB, Multazamudz Dzikri yang akrab disapa Mas Azam menyampaikan bahwa sarasehan politik tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal partai, khususnya dalam menyambut tahapan pra-Muscab.
Menurutnya, forum seperti ini penting untuk membangun komunikasi politik yang lebih intensif antara kepengurusan wilayah dengan struktur partai di tingkat kabupaten hingga kecamatan.

Mas Azam menjelaskan bahwa DPW PKB Jawa Timur berkomitmen menjadikan sarasehan politik sebagai agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala. Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari strategi partai untuk menjaga kesinambungan komunikasi organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antarstruktur partai.
“Insyaallah kegiatan seperti ini akan kita laksanakan setiap tahun. Kebetulan momentum ini juga mendekati pelaksanaan Muscab, sehingga sekaligus kita manfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai agenda partai kepada seluruh pengurus di tingkat kecamatan,” ujar Mas Azam dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa Musyawarah Cabang tidak boleh dipandang semata-mata sebagai ajang kompetisi internal dalam perebutan posisi struktural partai. Sebaliknya, Muscab harus dimaknai sebagai momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat soliditas kader.
Menurut Mas Azam, konsolidasi organisasi yang kuat menjadi prasyarat utama bagi partai politik dalam menghadapi kontestasi demokrasi yang semakin kompetitif.
“Kalau atas nama konsolidasi untuk kemenangan, maka Muscab harus menjadi momentum penguatan organisasi. Karena Muscab dilaksanakan serentak secara nasional, maka ini menjadi langkah awal bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda politik menuju 2029,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari capaian elektoral, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam menjaga kohesi internal, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Mas Azam menilai bahwa konsolidasi yang dilakukan secara berkelanjutan akan memperkuat kapasitas organisasi PKB dalam menjawab berbagai tantangan politik di masa depan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan erat antara partai dan masyarakat. Menurutnya, PKB harus tetap hadir sebagai partai yang dekat dengan rakyat dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun pembangunan yang dihadapi masyarakat.
Dalam sarasehan tersebut, turut hadir Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Fahmi AHZ, yang menyampaikan pandangan terkait pentingnya menjaga basis sosial PKB di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Fahmi menegaskan bahwa kekuatan PKB selama ini tidak dapat dilepaskan dari dukungan masyarakat Nahdlatul Ulama atau warga Nahdliyin yang menjadi basis sosial dan historis partai.
Menurutnya, sebagai partai yang lahir dari rahim perjuangan ulama dan pesantren, PKB memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.
“Kita harus tetap optimistis. Dengan konsolidasi dan komitmen bersama, PKB harus tetap menjadi rumah perjuangan kita. Sebagai partai yang lahir dari rahim ulama dan pesantren, PKB memiliki tanggung jawab untuk terus memperjuangkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Fahmi.
Ia menambahkan bahwa momentum Ramadan yang bertepatan dengan pelaksanaan sarasehan politik tersebut memiliki makna penting bagi kader PKB. Ramadan, menurutnya, bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum refleksi, penguatan ukhuwah, serta peneguhan komitmen perjuangan politik yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Fahmi menilai bahwa hingga saat ini PKB masih diakui sebagai salah satu partai politik yang memiliki basis akar rumput yang kuat di masyarakat. Karakter PKB sebagai partai kader yang bertumpu pada jaringan sosial masyarakat bawah menjadi salah satu faktor yang menjaga eksistensi partai di tengah dinamika politik nasional.
“Kekuatan PKB ada pada masyarakat. Karena itu soliditas kader harus terus kita jaga. Kita harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai slogan bahwa PKB adalah solusi bangsa, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fahmi mengingatkan bahwa perjalanan menuju Pemilu 2029 membutuhkan persiapan yang matang dan kerja politik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kader partai diminta untuk mulai memperkuat struktur organisasi, merawat basis konstituen, serta terus membangun komunikasi dengan masyarakat.
Menurutnya, partai politik yang kuat adalah partai yang tidak hanya aktif menjelang pemilu, tetapi juga terus hadir dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.
“Kita harus mulai menyiapkan diri sejak sekarang. Memperkuat struktur partai, merawat basis masyarakat, dan memastikan bahwa PKB selalu hadir di tengah masyarakat dengan membawa manfaat nyata,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kader senior dan generasi muda dalam memperkuat organisasi partai. Menurutnya, perpaduan pengalaman kader senior dan energi kader muda akan menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan perjuangan partai.
Fahmi menilai bahwa konsolidasi yang dilakukan oleh jajaran pengurus dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah saat ini menunjukkan komitmen kuat PKB dalam memperkuat organisasi dan memperluas basis dukungan masyarakat.
Sarasehan politik ini pada akhirnya diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas kader PKB di wilayah Probolinggo Raya. Melalui forum tersebut, seluruh kader diharapkan memiliki arah perjuangan yang lebih terkoordinasi serta mampu bergerak secara bersama-sama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dengan konsolidasi organisasi yang semakin kuat, PKB diharapkan mampu mempertahankan basis dukungan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing politik dalam menghadapi agenda demokrasi pada masa yang akan datang.(IN)