
Probolinggo-Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan kerja ke dua pondok pesantren besar di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan, sekaligus mendorong transformasi digital dan penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat.
Kunjungan dimulai dari Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong di Kecamatan Pajarakan, yang disambut langsung oleh pengasuh pesantren sekaligus Wakil Ketua Rais MUI Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, bersama Bupati Probolinggo, Muhammad Haris Damanhuri.
Dalam rangkaian kegiatan, Menteri Agama melaksanakan salat Jumat di Masjid Jam’i Al-Barkah, dilanjutkan dengan silaturahmi dan halal bihalal bersama ribuan santri dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak dan berdaya saing.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan penguatan nilai kebangsaan,” ujar Haris. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat ratusan pesantren dan ribuan madrasah diniyah di wilayahnya yang menjadi pilar pendidikan keagamaan.
Sementara itu, KH. Hasan Mutawakkil Alallah memaparkan bahwa Ponpes Genggong yang berdiri sejak 1839 kini telah berkembang dengan puluhan lembaga pendidikan serta ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan komitmen pesantren dalam menjaga tradisi keilmuan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam tausiyahnya, Menteri Agama menekankan pentingnya menjadikan pesantren sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.
“Pesantren adalah tempat lahirnya ulama dan pemimpin bangsa. Manfaatkan waktu untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga akhlak,” tegas Nasaruddin Umar di hadapan para santri.
Usai kegiatan di Genggong, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton. Di lokasi ini, Menteri Agama disambut oleh pengasuh utama pesantren, KH. Moh. Zuhri Zaini, bersama jajaran pengurus dan tokoh daerah.
Dalam forum silaturahmi dan halal bihalal, KH. Zuhri Zaini menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, serta menjadi garda terdepan dalam membangun generasi berakhlak mulia.
Momentum ini juga diisi dengan penyerahan bantuan simbolis dari Kementerian Agama kepada Ponpes Nurul Jadid sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren.
Dalam arahannya, Menteri Agama menyoroti pentingnya transformasi digital di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi perubahan cara berpikir dan berdakwah. Santri harus menjadi pelopor dalam menyebarkan konten keislaman yang moderat dan menyejukkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial, termasuk prinsip tabayyun, serta menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat merusak persatuan.
Kunjungan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan kalangan pesantren. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum pembinaan dan penguatan kapasitas pendidikan keagamaan.
Pemerintah melalui Kementerian Agama, lanjut Nasaruddin, akan terus mendorong penguatan sumber daya manusia pesantren melalui program pelatihan, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan ekosistem digital.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar, sebelum Menteri Agama melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Situbondo.
Kunjungan ini menegaskan kembali posisi strategis pesantren sebagai benteng moral sekaligus motor penggerak pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Di tengah tantangan global dan era digital, pesantren diharapkan mampu menjadi pusat peradaban Islam yang adaptif, inklusif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (adj/ma)