-->

Notification

×

Mas Azam Soroti Peran Strategis Perempuan Bangsa di Tengah Tantangan Global dalam Halal Bihalal Probolinggo

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-01T08:13:48Z

PROBOLINGGO – Halal Bihalal dan pertemuan Majelis Peshona (Pecinta Sholawat Nusantara) yang digelar DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Probolinggo berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat konsolidasi politik, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Graha Kebangkitan Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta kader Perempuan Bangsa se-Kabupaten Probolinggo.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris DPW PKB Jawa Timur sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Multazamudz Dzikri yang akrab disapa Mas Azam. Selain itu, hadir pula Muchlis selaku Pengurus DPC PKB Kabupaten Probolinggo, serta pembina DPC Perempuan Bangsa, Ning Hj Umi  Haniah Fahmi AHZ S.Th.I yang didampingi Ketua DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Probolinggo, Ning Hj. Siti Arifah.

Dalam sambutannya, Ning Hj. Siti Arifah menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh DPC PKB Kabupaten Probolinggo terhadap kegiatan Perempuan Bangsa. Ia menilai sinergitas antara struktur partai dan badan otonom telah berjalan sangat baik dan menjadi kekuatan utama dalam membangun gerakan perempuan di tingkat daerah.

“Terima kasih atas support penuh dari DPC PKB. Sinergitas ini menjadi energi besar bagi Perempuan Bangsa untuk terus bergerak dan berkembang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Muchlis dalam sambutannya memuji soliditas kader Perempuan Bangsa yang dinilai mampu menjaga konsistensi gerakan organisasi. Ia juga berpesan agar Perempuan Bangsa terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perempuan Bangsa ini luar biasa solid. Kami berharap tetap jaya dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Muchlis.

Namun demikian, sorotan utama dalam forum tersebut mengemuka saat Mas Azam menyampaikan pidato strategis yang menempatkan Perempuan Bangsa dalam konteks tantangan global dan nasional yang semakin kompleks.

Mas Azam secara tegas menyatakan bahwa keterlibatan dalam dunia politik bukanlah sesuatu yang mudah. Ia menekankan bahwa politik membutuhkan ketekunan, konsistensi, dan komitmen yang tinggi, terutama bagi kader perempuan yang seringkali menghadapi tantangan berlapis.

“Perempuan Bangsa telah menunjukkan eksistensi yang luar biasa. Tidak hanya di tingkat cabang, tetapi juga hingga provinsi dan nasional. Ini capaian yang patut dibanggakan,” ujar Mas Azam.

Ia juga menyinggung dinamika internal PKB dengan hadirnya badan otonom baru, Panji Bangsa, yang dinilai memiliki gerakan cepat dan progresif. Meski demikian, menurutnya, Perempuan Bangsa tetap mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu banom paling aktif dan strategis.

“Ini bukti bahwa perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata dalam politik. Perempuan Bangsa mampu bersaing dan bahkan sejajar dengan banom lain seperti Panji Bangsa dan Garda Bangsa,” tegasnya.

Lebih jauh, Mas Azam mengaitkan peran kader partai dengan situasi global yang saat ini sedang tidak stabil. Ia menyoroti konflik geopolitik internasional yang berdampak langsung pada kondisi ekonomi domestik, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok dan kelangkaan energi.

“Kita tidak bisa menutup mata. Dampak konflik global sudah masuk ke dapur masyarakat. Harga cabai naik, gas subsidi mulai langka, dan harga BBM mengalami penyesuaian,” ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif dan kebijakan publik yang tepat sasaran. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang dinilai cukup hati-hati dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kecil, khususnya melalui kebijakan harga BBM non-subsidi.

“Ini menunjukkan bahwa kebijakan publik harus dirumuskan dengan kehati-hatian agar tidak membebani masyarakat paling rentan,” jelasnya.

Mas Azam menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa tantangan global harus dijawab dengan solidaritas, kesadaran kolektif, dan keberpihakan pada rakyat. Ia menekankan bahwa kader Perempuan Bangsa memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan politik.

“Perempuan Bangsa harus terus hadir, bergerak, dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif antara pengurus DPC dan DPW. Pertanyaan pertama disampaikan oleh Ketua PAC Perempuan Bangsa Kecamatan Wonomerto, Susilowati, yang menyoroti peran kader perempuan dalam menghadapi tantangan ekonomi di tingkat akar rumput.

Forum tanya jawab tersebut menjadi ruang reflektif sekaligus strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, khususnya dalam merumuskan langkah konkret menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum konsolidasi ideologis dan strategis bagi Perempuan Bangsa dalam memperkuat peran politik perempuan di tingkat lokal hingga nasional.(IN)

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->