PROBOLINGGO – Sebuah video berdurasi sekitar 40 detik yang menyebutkan adanya dugaan aksi begal di wilayah Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, viral di media sosial dan berbagai grup WhatsApp sejak Minggu (14/6/2026) malam.
Peristiwa yang disebut-sebut terjadi di Jalan Stalar atau kawasan yang dikenal warga sebagai Tikungan Semajid itu dikabarkan berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB. Namun hingga Senin (15/6/2026) sore, belum ditemukan bukti autentik maupun keterangan resmi yang dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
Saat melakukan penelusuran di lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara, wartawan Portal Probolinggo belum menemukan tanda-tanda yang mengarah pada adanya tindak kriminal.
Seorang warga berinisial A yang mendatangi wartawan di lokasi mengaku juga penasaran dengan kabar yang beredar.
"Di sini ya bang kejadiannya? Nah saya juga nggak tahu. Katanya di sini, namun setelah kejadian tadi malam saya langsung cek ke sini juga tidak ada bekas-bekas yang mencurigakan. Tapi benar tadi malam di depan toko buah itu, di bajunya terdapat bercak darah," ujar A.
Meski demikian, A mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi maupun penyebab adanya bercak darah tersebut.
Informasi lain diperoleh dari seorang perempuan berinisial M yang mengaku mendengar cerita korban setelah kejadian.
Menurut M, korban mengaku dikejar tiga orang pelaku hingga kawasan atas bok, tidak jauh dari lokasi yang disebut dalam video viral tersebut.
"Katanya awalnya diminta uang Rp100 ribu. Uangnya diberikan. Setelah itu salah satu dari tiga orang tersebut meminta motor korban. Korban tidak mau sehingga memilih melawan," kata M.
M menyebut korban mengalami lebam dan babak belur akibat perkelahian. Namun menurut informasi yang diterimanya, tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh korban.
Ia juga mengatakan korban sempat melakukan perlawanan dengan menusuk salah seorang yang diduga pelaku hingga terluka. Dugaan tersebut disebut menjadi alasan adanya bercak darah pada pakaian korban.
Korban kemudian disebut diantar pulang oleh warga ke rumah mertuanya.
Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih berdasarkan keterangan tidak langsung dan belum dapat diverifikasi kepada korban maupun pihak berwenang.
M juga menyebut adanya informasi yang beredar di masyarakat bahwa korban sedang memiliki persoalan keluarga. Namun informasi tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Keterangan lain disampaikan oleh seorang warga berinisial S yang mengaku ikut mengantarkan korban pulang usai kejadian.
Menurut S, dirinya awalnya tidak mengetahui adanya insiden tersebut.
"Saya baru menurunkan barang. Ada orang teriak minta tolong, tapi suaranya kecil. Saya keluar dan melihat ada motor Jupiter MX dengan lampu sorot yang awalnya pelan lalu menjadi cepat menuju saya. Orang itu minta tolong dan mengaku dirampok," ujarnya.
S mengatakan korban yang diketahui berinisial AM kemudian menceritakan bahwa dirinya sempat dikejar dua sepeda motor dari arah Condong.
Menurut pengakuan korban kepada S, kendaraan yang mengejar adalah sebuah Honda Vario warna hitam dan Yamaha Vixion warna hitam.
Setibanya di kawasan atas bok atau sekitar pohon nangka di atas Tikungan Semajid, korban mengaku dihentikan dan diminta menyerahkan uang.
Setelah memberikan uang Rp100 ribu, korban mengaku kembali diminta menyerahkan sepeda motornya. Karena menolak, korban memilih melawan hingga terjadi perkelahian.
Dalam perkelahian itu, korban disebut sempat menusuk salah seorang yang diduga pelaku sehingga darah mengenai pakaiannya.
S bersama seorang warga lainnya berinisial R kemudian berinisiatif mengantar korban pulang ke wilayah Maron Wetan.
"Setelah sampai rumah, bajunya dibuka. Ada lebam di bagian punggung atas, tapi tidak ada luka," tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Krucil saat dikonfirmasi mengatakan pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan aksi begal atau tindak pidana lainnya.
Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar.
Menurut Kapolsek, ketika petugas mendatangi lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian, tidak ditemukan korban maupun pihak lain yang dapat dimintai keterangan.
Selain itu, hingga saat ini korban juga belum membuat laporan resmi kepada kepolisian.
"Masih kami dalami. Belum bisa dipastikan sebagai kasus begal karena korban juga belum melapor dan saat petugas datang ke lokasi tidak ada orang," kata Kapolsek Krucil.
Korban diketahui merupakan warga Maron Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.
Hingga berita ini ditayangkan pada Senin sore (15/6/2026), korban belum berhasil dihubungi dan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun kebenaran informasi yang beredar.
Dengan belum adanya laporan polisi, keterangan langsung dari korban, maupun bukti autentik yang dapat diverifikasi secara independen, dugaan perampokan yang viral di media sosial tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dari aparat penegak hukum
