-->

Notification

×

Komisi II DPRD Probolinggo Pastikan Serapan Tembakau Petani Aman, Dorong Pendataan Gudang Secara Jemput Bola

Kamis, 02 Juli 2026 | Juli 02, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-02T07:45:54Z
PROBOLINGGO – Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo memastikan hasil panen tembakau petani pada musim panen tahun ini tetap memiliki pasar. Kepastian tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama petani dan sejumlah perusahaan serta pemilik gudang tembakau di Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/7/2026).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo, mengatakan sejumlah gudang telah menyatakan kesiapannya menyerap hasil panen tembakau petani. Namun, pemerintah daerah masih perlu melakukan pendataan terhadap gudang-gudang lain yang belum masuk dalam basis data resmi.

"Dari lima gudang yang hadir, total kesanggupan serapannya baru menyentuh angka 9.000 sampai 10.000 ton," kata Reno.

Menurut Reno, luas lahan tembakau di Kabupaten Probolinggo saat ini mencapai lebih dari 12.000 hektare yang tersebar di 14 kecamatan dengan proyeksi produksi sekitar 18.000 ton. Artinya, masih terdapat potensi hasil panen sekitar 7.000 hingga 8.000 ton yang perlu dipastikan penyerapannya.

"Artinya, kita masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk mencarikan jalur serapan bagi sisa 7.000 sampai 8.000 ton tembakau petani," ujarnya.

Karena itu, Komisi II mendorong dinas terkait menerapkan pola jemput bola dengan mendatangi gudang-gudang yang belum terdata, termasuk gudang yang belum mengantongi izin usaha.

"Gudang yang belum terdata harus didatangi langsung, diberikan pembinaan secara humanis, lalu dibantu proses perizinannya agar seluruhnya masuk ke dalam sistem data resmi dinas," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Chasbullah Kafabie, meminta para petani tidak khawatir terhadap pemasaran hasil panen mereka. Menurutnya, hasil RDP menunjukkan adanya komitmen dari sejumlah gudang untuk menyerap tembakau petani.

"Jangan pernah khawatir tentang tembakau Anda. Tadi menghasilkan sebuah kesepakatan dan harmonisasi bahwa beberapa gudang siap mengambil tembakau petani. Insya Allah akan terserap semuanya, terutama tembakau acik," katanya.

Chasbullah mengungkapkan, berdasarkan penjelasan pihak gudang, kebutuhan terhadap tembakau acik masih cukup tinggi karena menjadi bahan utama dalam pembuatan rokok berkualitas.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai harga pokok produksi (HPP) tembakau petani yang diperkirakan mencapai Rp40 ribu per kilogram. Karena itu, harga jual di tingkat petani diharapkan berada di atas angka tersebut.

"Modal petani sekitar Rp40 ribu per kilogram. Karena itu, penjualannya harus di atas Rp40 ribu agar petani tetap mendapatkan keuntungan," ujarnya.

Meski sejumlah perusahaan besar belum melakukan pembelian karena masih memiliki stok tembakau, Chasbullah memastikan gudang-gudang lainnya siap menyerap hasil panen petani Kabupaten Probolinggo.

Ia berharap para pelaku usaha lebih mengutamakan pembelian tembakau produksi petani lokal dibandingkan mendatangkan tembakau dari luar daerah.

"Kami berharap gudang-gudang yang ada lebih mengutamakan tembakau hasil produksi petani Kabupaten Probolinggo," tuturnya.

Di sisi lain, Chasbullah juga mengimbau para petani untuk terus meningkatkan kualitas tembakau yang dihasilkan agar memiliki daya saing dan nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

"Pabrik pasti mengambil dengan harga tinggi jika tembakau yang dihasilkan petani memiliki kualitas yang bagus," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->