-->

Notification

×

KUA Wonomerto Edukasi Masyarakat Ukur Arah Kiblat Lewat Rasydul Qiblat

Senin, 13 Juli 2026 | Juli 13, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-13T09:07:01Z


PROBOLINGGO – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonomerto mengedukasi masyarakat mengenai cara sederhana dan akurat untuk memastikan arah kiblat melalui fenomena Rasydul Qiblat. Edukasi tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Rasydul Qiblat yang digelar di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Wonomerto, Senin (13/7/2026).

Kegiatan dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., dan dihadiri Rais Syuriah MWCNU Wonomerto, Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto, pengurus ranting NU, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonomerto, PK IPNU-IPPNU Al-Barokah Tunggak Cerme, para takmir masjid, serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai Rasydul Qiblat, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung pengukuran arah kiblat dengan memanfaatkan bayangan matahari saat fenomena tersebut terjadi.

Kepala KUA Kecamatan Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, menjelaskan bahwa Rasydul Qiblat merupakan fenomena ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka'bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah ke Ka'bah sehingga dapat dijadikan acuan untuk memverifikasi arah kiblat secara akurat.

"Urgensi kegiatan ini adalah agar setiap muslim memahami dan mengetahui secara pasti arah kiblatnya. Rasydul Qiblat merupakan metode pengukuran arah kiblat yang sederhana, akurat, tidak memerlukan biaya, dan dapat dilakukan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa," ujarnya.

Ia menambahkan, metode tersebut dapat dipraktikkan hanya dengan memanfaatkan cahaya matahari dan sebuah benda yang berdiri tegak. Pada Senin (13/7/2026), fenomena Rasydul Qiblat dapat diamati sekitar pukul 16.27 WIB, saat bayangan benda mengarah ke Ka'bah.

Menurut Wawan, KUA sengaja mengundang berbagai unsur masyarakat agar pengetahuan mengenai metode tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat luas.

"Kami mengundang jajaran MWCNU Wonomerto, ranting NU, adik-adik IPNU dan IPPNU, tokoh masyarakat, serta para takmir masjid. Harapannya, mereka dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat karena metode ini sangat mudah dipraktikkan dan direplikasi tanpa memerlukan peralatan khusus maupun teori yang rumit," katanya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto, Muhammad Muhsin, M.Pd., menilai pemanfaatan Rasydul Qiblat tidak hanya penting untuk memastikan arah kiblat di masjid dan musala, tetapi juga dapat diterapkan di berbagai fasilitas umum, termasuk perkantoran.

"Staf maupun karyawan yang masih berada di kantor hingga sore hari dapat memanfaatkan momen Rasydul Qiblat untuk memastikan arah kiblat di tempat kerja. Tidak menutup kemungkinan suatu saat ruangan kerja digunakan sebagai tempat salat, sehingga arah kiblatnya perlu dipastikan sejak awal," ungkapnya.

Selain itu, ia berharap para peserta juga dapat menerapkan metode tersebut di rumah masing-masing sekaligus menyosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga semakin banyak tempat ibadah maupun ruang salat yang memiliki arah kiblat sesuai hasil pengukuran yang akurat.

Fenomena Rasydul Qiblat merupakan peristiwa astronomi yang terjadi ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah. Pada waktu tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah ke kiblat sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memverifikasi arah kiblat secara mandiri tanpa memerlukan alat ukur khusus.

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal

Dukung Portal Probolinggo

QRIS Portal Probolinggo

Scan kode QRIS di atas untuk berdonasi

💸
Scan QRIS untuk Donasi

QRIS Portal Probolinggo

-->