PROBOLINGGO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Wonomerto Masa Khidmat 2026–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula MTs Miftahul Ulum, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Minggu (12/4/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum awal kepengurusan baru untuk memperkuat kaderisasi, pemberdayaan pelajar, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo serta dihadiri Camat Wonomerto Rasyidhi, S.Sos., M.M., Kepala KUA Kecamatan Wonomerto Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., jajaran Rois Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo Ust. Ansori, S.Ag., Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto Muhammad Muhsin, M.Pd., Sekretaris MWCNU Wonomerto sekaligus Majelis Alumni IPNU Wonomerto Rekan Sugeng, Ketua Majelis Alumni IPNU Wonomerto Rekan Rosid, Kepala Desa Tunggak Cerme Musta'in, Kepala MTs Miftahul Ulum Musthofa, S.Pd., Ketua PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Probolinggo, Ketua PAC Fatayat NU Wonomerto, pengurus ranting, wali kader, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon, dan Mars IPNU-IPPNU, dilanjutkan penampilan pencak silat Tjimande oleh Rekan Badrus, laporan ketua panitia, prosesi pelantikan, sambutan para tamu undangan, peluncuran Kartu Donatur IPNU-IPPNU Wonomerto, hingga ditutup dengan doa yang dipimpin Ust. Ansori, S.Ag.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Rekan Anwar, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat kerja sama panitia, pengurus, alumni, serta dukungan berbagai pihak. Ia mengapresiasi seluruh elemen yang telah berkontribusi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara sehingga prosesi pelantikan berjalan dengan lancar dan khidmat.
Anwar menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepengurusan, melainkan menjadi titik awal bagi PAC IPNU dan IPPNU Wonomerto Masa Khidmat 2026–2028 untuk menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, kepengurusan yang baru diharapkan mampu menghadirkan program-program yang berdampak, memperkuat kaderisasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pelajar, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama.
Ketua PAC IPNU Wonomerto Masa Khidmat 2026–2028, Moch. Sulaiman, dalam sambutannya memperkenalkan arah gerak baru organisasi melalui perubahan tagline dari "Wonomerto Top One" menjadi "Wonomerto Berdampak Berdaya." Menurutnya, perubahan tersebut menjadi komitmen organisasi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi kader maupun masyarakat.
Pada kesempatan itu, PAC IPNU-IPPNU Wonomerto juga meluncurkan Kartu Donatur IPNU-IPPNU Wonomerto sebagai upaya membangun sistem pendanaan organisasi yang lebih tertata, transparan, dan berkelanjutan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Semoga kepengurusan baru ini mampu menjalankan amanah organisasi dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Sulaiman.
Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Wonomerto terlantik Rekanita Qurrota Ayyunin Affu menjelaskan arah program kerja kepengurusan melalui penyusunan kalender organisasi sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan agar lebih terarah.
Ia mengatakan, tahun pertama kepengurusan akan difokuskan pada penguatan internal melalui peningkatan kualitas sumber daya kader dan perluasan kaderisasi ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau. Memasuki tahun kedua, organisasi akan memperkuat kolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta berbagai lembaga lainnya melalui penyelenggaraan program dan kegiatan bersama.
Camat Wonomerto, Rasyidhi, menyampaikan dukungan penuh terhadap aktivitas kepemudaan yang dijalankan IPNU dan IPPNU.
"Pemerintah Kecamatan Wonomerto siap mendukung dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan positif yang digagas IPNU dan IPPNU. Teruslah semangat menjadi pemuda yang membawa manfaat bagi masyarakat," katanya.
Senada dengan itu, Kepala KUA Kecamatan Wonomerto, Wawan Ali Suhudi, menyoroti masih tingginya angka stunting dan pernikahan usia dini di wilayah Wonomerto. Menurutnya, IPNU dan IPPNU memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada kalangan remaja.
"Saya melihat ada perubahan yang cukup signifikan dalam upaya pencegahan pernikahan usia dini melalui kegiatan-kegiatan IPNU dan IPPNU. Karena itu kami akan terus memberikan dukungan," ungkapnya.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto, Muhammad Muhsin, mengaku bangga melihat banyak alumni MTs Miftahul Ulum yang kini aktif berkiprah di IPNU dan IPPNU. Menurutnya, para kader tersebut merupakan generasi penerus Nahdlatul Ulama yang kelak akan melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Menutup rangkaian sambutan, jajaran Rois Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo, Ust. Ansori, S.Ag., mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik agar tidak hanya menjadi pengurus secara administratif.
Ia mengajak seluruh kader membuktikan komitmennya melalui kerja nyata sesuai tema pelantikan, "Berani Bertumbuh, Siap Membawa Perubahan."
"Jangan hanya menjadi pengurus yang ter-SK. Wujudkan amanah ini dengan kerja nyata sehingga tema yang diusung benar-benar dapat dirasakan manfaatnya," pesannya sebelum memimpin doa penutup.
Pelantikan tersebut menjadi tonggak awal kepengurusan PAC IPNU-IPPNU Wonomerto Masa Khidmat 2026–2028 untuk memperkuat kaderisasi, memperluas pemberdayaan pelajar, serta membangun sinergi bersama pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan organisasi pelajar yang semakin berdampak dan berdaya.