Probolinggo - Turnamen sepak bola Garda Bangsa Cup 2026 dipastikan siap bergulir mulai 17 Juli 2026 dengan menghadirkan persaingan sengit dari 32 tim terbaik yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten dan Kota Probolinggo.
Ajang olahraga yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat sportivitas, serta membangun karakter generasi muda melalui olahraga.
Berdasarkan informasi panitia, pembukaan turnamen kabarnya akan dilakukan oleh Wakil Bupati Probolinggo, yang sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Road to Harlah PKB ke-28 di Kabupaten Probolinggo. Kehadiran turnamen ini menjadi bukti bahwa peringatan hari lahir PKB tidak hanya diisi dengan kegiatan politik maupun seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan pecinta olahraga sepak bola.
Sebagai bentuk kesiapan penyelenggaraan, panitia menggelar technical meeting (TM) sekaligus pengundian nomor pertandingan pada Senin (13/7/2026) di Kantor Desa Krucil, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan namun tetap serius karena menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi seluruh peserta mengenai regulasi dan teknis pelaksanaan turnamen. Technical meeting dihadiri oleh seluruh panitia pelaksana, manajer maupun ketua tim peserta, serta Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Haji Badrul Kamal, S.H. Seluruh peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pertandingan, tata tertib kompetisi, hingga proses pengundian bagan pertandingan.
Berbeda dengan sistem undian tertutup, proses pengambilan nomor dilakukan secara terbuka. Setiap ketua tim atau manajer diberi kesempatan mengambil nomor undian secara langsung yang kemudian menentukan posisi tim pada Grup A maupun Grup B di babak 32 besar. Sistem tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta karena dinilai menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keadilan. Hasil pengundian kemudian menetapkan bagan pertandingan yang akan digunakan hingga babak final.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun panitia, pertandingan 32 besar akan berlangsung mulai 17 hingga 24 Juli 2026, dilanjutkan babak 16 besar pada 25–26 Juli, babak 8 besar pada 27–28 Juli, semifinal pada 29 Juli, dan puncaknya partai final akan digelar pada 1 Agustus 2026.
Seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur, sehingga setiap tim dituntut tampil maksimal sejak pertandingan pertama. juknis 2.doc Dalam sambutannya, Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Haji Badrul Kamal, S.H., atau yang akrab disapa Mas Bad, menegaskan bahwa Garda Bangsa Cup 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi standar penyelenggaraan turnamen yang lebih besar pada masa mendatang sekaligus menjadi contoh bagaimana sebuah kompetisi dapat diselenggarakan secara profesional. “Turnamen ini akan menjadi tolok ukur penyelenggaraan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya. Saya ingin seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, aman, lancar, dan sukses. Yang paling penting, seluruh tim harus menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan, menghormati lawan, wasit, maupun keputusan panitia,” ujar Mas Bad di hadapan seluruh peserta technical meeting.
Mas Bad menambahkan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam membangun persatuan dan solidaritas di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pemain, ofisial, suporter, serta panitia untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung sehingga Garda Bangsa Cup benar-benar menjadi ajang hiburan yang sehat sekaligus pembinaan atlet sepak bola daerah.
Sementara itu, panitia pelaksana Ferdi Arisman, S.H., menjelaskan bahwa seluruh regulasi pertandingan telah disusun dengan mengacu pada standar FIFA dan dituangkan secara rinci dalam petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan kepada seluruh peserta pada saat technical meeting. “Pada turnamen kali ini kami menggunakan aturan yang mengacu pada standar FIFA. Seluruh ketentuan sudah kami jelaskan melalui juknis sehingga seluruh manajer maupun peserta memahami hak dan kewajibannya selama kompetisi berlangsung,” jelas Ferdi.
Ia menambahkan, penerapan regulasi yang jelas menjadi langkah penting agar setiap pertandingan berlangsung profesional, sportif, dan mampu meminimalkan terjadinya perselisihan di lapangan. “Kami bersama seluruh panitia berharap Garda Bangsa Cup 2026 dapat berjalan lancar dari pertandingan pertama hingga partai final. Kesuksesan turnamen ini tentu membutuhkan dukungan semua pihak, baik peserta, ofisial, suporter, maupun masyarakat, dengan tetap menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi nilai sportivitas,” tambahnya.
Sesuai petunjuk teknis yang telah disepakati bersama, pertandingan akan menggunakan format mini soccer 9 lawan 9 dengan mengacu pada Laws of the Game FIFA yang disesuaikan, termasuk tidak diberlakukannya aturan offside. Selain itu, panitia juga menetapkan berbagai ketentuan mengenai administrasi tim, pergantian pemain, kewajiban ofisial, hingga mekanisme pemberian sanksi terhadap pelanggaran disiplin maupun tindakan yang berpotensi mengganggu jalannya kompetisi. dalam juknis, Panitia juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk tindakan yang mencederai nilai-nilai fair play, mulai dari protes berlebihan, tindakan provokatif, hingga kericuhan yang melibatkan pemain maupun suporter. Ketegasan tersebut diambil demi menjaga marwah kompetisi serta memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
juknis Melalui penyelenggaraan Garda Bangsa Cup 2026 sebagai bagian dari Road to Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28, panitia berharap turnamen ini mampu menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan trofi.
Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang pembinaan atlet muda, memperkuat silaturahmi antar klub sepak bola di Probolinggo Raya, serta menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, profesional, dan menjunjung tinggi sportivitas. Dengan keterlibatan 32 tim dari berbagai daerah serta dukungan berbagai elemen masyarakat, Garda Bangsa Cup 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu turnamen sepak bola paling bergengsi di Kabupaten Probolinggo sekaligus menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberi kontribusi positif bagi kemajuan olahraga daerah.
