-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aliansi Mahasiswa Probolinggo Bahas HAM, Siapkan Aksi September Hitam

Sabtu, 19 September 2026 | September 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T13:35:01Z
PROBOLINGGO, PortalProbolinggo.com – Aliansi mahasiswa dan sejumlah organisasi kepemudaan di Probolinggo menggelar diskusi bertajuk “September Hitam: Melacak Jejak Pelanggaran HAM di Indonesia dan Membangun Budaya tentang Kesadaran Hak Asasi Manusia”, Sabtu (19/9/2026). Forum tersebut menjadi rangkaian konsolidasi menjelang rencana aksi “September Hitam” pada akhir September.
Diskusi berlangsung di Kantor Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Probolinggo dan diikuti puluhan peserta dari berbagai elemen, antara lain Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), BEM Probolinggo Raya, serta sejumlah kelompok pemuda lainnya.
Forum membahas persoalan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia sekaligus pentingnya membangun kesadaran generasi muda terhadap penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia.
Kegiatan diawali pembacaan puisi berjudul “Apakah Kebenaran Masih Hidup?” oleh Ilham. Diskusi kemudian dipandu Taufiq dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Hamid sebagai pengamat HAM, Ketua Umum KNPI Muhammad Safi’i, S.Sos., serta Indra yang merupakan pegiat literasi.
Dalam forum tersebut, Hendra mengatakan kegiatan itu diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus pendidikan publik mengenai pentingnya pemahaman terhadap HAM.
“Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Probolinggo terhadap pentingnya hak asasi manusia melalui kegiatan reflektif yang diselenggarakan bersama Aliansi Mahasiswa, BEM Probolinggo Raya, dan komunitas lokal,” ujar Hendra.
Menurut dia, generasi muda perlu meningkatkan kemampuan literasi dan berpikir kritis dalam menerima berbagai informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi di ruang digital.
Ia juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap masyarakat maupun kelompok yang menghadapi persoalan terkait pemenuhan hak-haknya.
Sementara itu, Koordinator BEM Probolinggo, Azzam, mengatakan diskusi tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilanjutkan dengan aksi pada akhir September.
“Dialog ini menjadi awal dari perjuangan menegakkan HAM di Indonesia, khususnya di Probolinggo,” kata Azzam.
Menurut Azzam, sejumlah elemen mahasiswa, pemuda, dan masyarakat se-Probolinggo Raya sedang mempersiapkan aksi bertajuk “September Hitam”. Aksi tersebut direncanakan sebagai tindak lanjut dari rangkaian diskusi dan refleksi mengenai persoalan HAM.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dan generasi muda diperlukan untuk memperluas pendidikan publik sekaligus mengawal isu-isu HAM melalui ruang-ruang yang demokratis.
“Perjuangan HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kaum muda dan mahasiswa diharapkan turut mengawal dan menegakkan HAM secara kolektif,” ujarnya.
Ketua Umum KNPI Muhammad Safi’i juga mendorong dibukanya lebih banyak ruang diskusi bagi pemuda. Menurut dia, budaya literasi, dialog, dan pertukaran gagasan penting agar generasi muda dapat memberikan kontribusi terhadap kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Rencana aksi pada akhir September mendatang disebut akan melibatkan sejumlah elemen mahasiswa, pemuda, dan masyarakat se-Probolinggo Raya.
Namun, hingga diskusi berakhir, pihak penggagas belum mengumumkan secara terperinci waktu, lokasi, maupun bentuk kegiatan yang akan dilakukan dalam aksi “September Hitam” tersebut.
×
Berita Terbaru Update